Rabu, 18 November 2009 11:23 WIB Haji,Internasional Share :

Pemerintah Arab Saudi kebut pembangunan jembatan jamrat


Jakarta–
Jalannya prosesi melontar jumrah di Mina diharapkan lebih lancar dengan rampungnya pembangunan jembatan jamrat berlantai lima di kawasan itu. Lantaran jamaah calon haji (Calhaj)  bisa memanfaatkan fasilitas ‘hi-tech’ yang disediakan. Pemerintah Arab Saudi terus memonitor proyek pembangunan yang menelan triliunan rupiah itu.

“Kami akan terus memonitor dan mengawasi arus jemaah yang melontar jumrah,”kata Asisten Komandan Pengamanan Haji, Mayjen Saad Al-Khelavi, seperti dilansir oleh Arab News dan dikutip Media Center Haji PPIH, Selasa (17/11).

Ritual melempar jumrah yang merupakan salah satu wajib haji (harus dikerjakan, jika tidak harus membayar dam atau denda) akan dilakukan mulai 10 Dzulhijah (27 November) dan tiga hari setelah itu (hari Tasrik). Ada tiga jamarat di Mina yakni Ula, Wustha yang berjarak 150 meter dari Ula dan Aqabah yang berjarak 190 meter dari Wustha.

Jumrah Aqaba dilakukan pada l0 Zulhijah (saat Idhul Adha atau 27 November) saat matahari mulai tenggelam sampai tengah malam, kemudian melontar ketiga jumrah secara berurutan pada ketiga hari setelahnya mulai saat matahari tergelincir sampai tengah malam. Melempar jumrah adalah ritual untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan untuk membangkang dari perintah Allah menyembelih anaknya,
Ismail.

Karena Jembatan jamarat tidak akan bisa menampung lebih dari 300.000 jamaah sekaligus dalam satu jam, Mayjen Al-Khelawi akan menempatkan 19 petugas yang akan mengatur ritual tersebut, dan segera akan menghentikan dulu, jika jumlah jemaah sudah melebihi angka tersebut. Operasi pengamanan ritual pelemparan jumrah, menurut dia, akan melibatkan sekitar 12.000 petugas, juga dibantu dengan l.850 kamera yang ditempatkan di sejumlah lokasi ritual dan Masjidil Haram.

“Kami juga akan berkosentrasi untuk mencegah terjadinya aksi-aksi kriminalitas,” tandasnya seraya menambahkan, 30 pos polisi juga dibangun untuk melayani keluhan atau pengaduan para jemaah.

Proyek pembangunan jembatan jamarat berteknologi mutakhir bernilai SR 4,5 milyar (sekitar Rp 11,3 triliun) itu didisain untuk mampu mengakomodasikan sampai lima juta jamaah yang hendak melontar jumrah,dengan menyediakan 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar sampai ke tingkat empat untuk menampung jemaah yang berdatangan dari berbagai sudut.

Tahapan pembangunan yang belum rampung pada musim haji 1430H ini adalah konstruksi empat tempat pendaratan helikopter (helipad) dan delapan eskalator yang rencananya akan dirampungkan pada musim haji mendatang. Pemerintah Arab Saudi terus berupaya meniangkatkan layanan bagi jamaah calon haji dengan memperbaiki, melengkapi fasilitas yang diperlukan.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepompong Sastra Jawa Modern

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (15/7/2017). Esai ini karya Ibnu Wibi Winarko, pencinta sastra Jawa, pembaca novel berbahasa Jawa, dan peramu buku Sinopsis Novel Panglipur Wuyung jilid I dan II. Alamat e-mail penulis adalah benugila2013@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Adalah wajar…