Rabu, 18 November 2009 20:06 WIB Klaten Share :

Lisus terjang empat desa di Klaten

Klaten (Espos)–Sebanyak empat desa di Kecamatan Pedan, Klaten diterjang angin lisus yang disertai hujan pada Rabu (18/11) sore. Akibatnya, puluhan rumah rusak, beberapa baliho besar dan tiang telepon ambruk, serta ratusan pohon tumbang.

Menurut informasi yang dihimpun Espos di lokasi, Rabu (18/11), lisus menerjang empat desa di Pedan. Empat desa itu adalah Ngaren, Keden, Sobayan, dan Jetis Wetan. Hujan deras disertai amukan angin itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Amukan angin mereda sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat terjangan lisus itu, puluhan rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan, sedang, hingga parah. Angin kencang juga menumbangkan baliho dan tiang telepon di sepanjang jalan.

Kerusakan rumah paling parah terjadi di Brojowangsan, Desa Ngaren, Pedan. Rumah milik Marto Sudarmo, 70, tertimpa pohon besar dan mengalami kerusakan parah. Hampir separuh rumahnya roboh. Akibatnya, keluarga Marto Sudarmo terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya di desa sebelah. “Beruntung kami berada di emperan rumah saat pohon itu tumbang. Kalau tidak, kami tidak tahu bagaimana jadinya,” papar Ny Marto Sudarmo.

Kerusakan parah juga menimpa rumah Agus Triyono, warga Dukuh Tegalsari, Desa Jetis Wetan, Pedan. Atap rumah bagian belakang milik Agus rusak parah karena berhamburan saat diterjang angin. Sementara rumah lainnya juga mengalami kerusakan di bagian atapnya. Rata-rata atap rumah yang terbuat dari genteng dan seng itu berhamburan. Seusai kejadian, warga sekitar berusaha memasang terpal untuk menggantikan atap rumah yang runtuh.

Sementara itu, Staf Subid Potensi Linmas Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpollinmas) Klaten, Edy Santoso mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan inventarisasi kerusakan yang dialami warga. Dengan demikian, pihaknya belum bisa menaksir kerugian yang diderita warga.

m82

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…