Rabu, 18 November 2009 21:37 WIB Karanganyar Share :

Keuangan daerah mengkhawatirkan, pimpinan SKPD dituntut kreatif


Karanganyar (Espos)–
Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar diminta kreatif dan mampu menggali potensi daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kondisi keuangan daerah yang saat ini mengkhawatirkan semestinya bukan menjadi alasan untuk tidak bekerja. Justru, dapat dijadikan momentum untuk menunjukkan kualitas kinerja para pimpinan SKPD.

“Kepala dinas/badan atau pimpinan SKPD jangan hanya bisa menghabiskan uang anggaran untuk kantor mereka. Namun, mereka juga harus mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam memberikan pemasukan ke kas daerah. Apalagi, saat ini kondisi keuangan daerah sedang mengkhawatirkan,” kata Ketua Fraksi Persatuan Kebangsaan DPRD Karanganyar Romdloni, saat ditemui Espos di Karanganyar, Rabu (18/11).

Jika para pimpinan SKPD itu tak mampu menunjukkan kualitasnya, Bupati Karanganyar diminta tak segan-segan memberikan rapor merah atau menjatuhkan sanksi. Jangan sampai kondisi tersebut hanya dibiarkan begitu saja, tanpa ada punishment apa-apa.

“Jangan hanya menghabiskan anggaran, kalau sudah habis, ya sudah tidak diapa-apakan. Kalau memang pimpinan SKPD itu tak mampu mengolah anggaran atau kreatif menggali sumber pendapatan, ya jangan diangkat ke eselon yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalau dia memang mempunyai kemampuan dan terbukti, reward sepantasnya diberikan padanya,” tegas politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Dalam hal ini, Romdloni berharap Bupati dapat bersikap tegas kepada anak buahnya dan mampu memacu mereka supaya lebih kreatif menggali sumber-sumber pendapatan lain. Terlebih lagi, banyak SKPD yang potensial seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DP2KAD), Disperindagkop dan UMKM dan lain-lain.

“Pajak-pajak yang menunggak semestinya bisa ditagih untuk menambah pemasukan kas daerah. Retribusi pasar harus bisa ditingkatkan, dinas-dinas itu juga semestinya bisa melakukan terobosan-terobosan dan bukan hanya terpaku pada jumlah anggaran yang mereka terima. Bagaimana dengan anggaran minim itu, program kerja tetap bisa berjalan. Syukur malah bisa mencari dana sendiri lewat terobosan-terobosan yang dilakukan pimpinan SKPD-nya. Yang penting harus kreatif dan tidak pasif seperti yang terjadi selama ini,” tegasnya.

dsp

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…