Rabu, 18 November 2009 11:30 WIB News Share :

Kejaksaan masih kaji penghentian kasus Bibit-Chandra


Jakarta–
Kejaksaan Agung belum berani mengambil sikap terkait hasil rekomendasi Tim 8 atas Tim 8 atas penghentian proses penuntutan dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan masih akan mengkajinya.

“Ini sedang kita lakukan kajian bisa atau tidak,” kata Hendarman dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (18/11).

Menurut Hendarman, Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) bisa dilakukan jika perkara belum cukup bukti. Selain itu, perkara itu juga bisa ditutup demi hukum apabila terdakwa meninggal atau kadaluarsa.

Hendarman menambahkan, perkara bisa juga dihentikan apabila ada penyampingan demi kepentingan umum. Kejaksaan, lajutnya, masih mengkaji apakah kasus Bibit dan Chandra bisa dihentikan untuk kepentingan negara.

“Apakah ada kepentingan umum dalam kasus ini,” tambahnya.

Terakhir, Hendarman menyebutkan sedang mengkaji rekomendasi soal abolisi. Padahal hal tersebut tidak pernah disebutkan oleh Tim 8. Isi rekomendasi hanya meminta penghentian lewat SP3 di Polri atau SKPP di Kejaksaan dan dihentikan demi kepentingan umum.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…