Rabu, 18 November 2009 14:45 WIB News Share :

Indonesia-Inggris kerja sama tekan emisi karbon

Jakarta– Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat melakukan berbagai kerja sama guna menekan lebih banyak lagi emisi karbon.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai bertemu Menteri Energi dan Perubahan Iklim Joan Ruddock di Jakarta, Rabu mengatakan, ke depan, Indonesia akan lebih banyak memakai energi baru dan terbarukan seperti panas bumi, air, dan bahan bakar nabati (BBN).

“Kami sepakat menciptakan dunia yang lebih bersih  melalui pengembangan energi baru dan terbarukan,” katanya.

Meski, lanjut Darwin, dalam jangka pendek, Indonesia masih menggunakan energi yang bersumber dari batubara sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Namun, pemanfaatan batubara tersebut disertai pemakaian teknologi yang ramah lingkungan yakni “carbon capture and storage” (CCS). “Dalam jangka menengah, kami akan gunakan energi baru dan terbarukan seperti panas bumi dan BBN,” katanya.

Pemanfaatan BBN tersebut, lanjutnya, tidak berkompetisi dengan kebutuhan pangan. “Pemerintah akan menyeimbangkan dua kepentingan yakni ketahanan energi dan pangan,” ujarnya.

Darwin menambahkan, pihaknya juga menjelaskan proyek pembangkit 10.000 MW tahap kedua yang banyak menggunakan panas bumi.

“Kami diskusikan agar negara maju seperti inggris membantu pembiayaan mempercepat pengembangan panas bumi,” ujarnya.

Sedang, Ruddock mengatakan, ke depan, pemanfaatan energi terbarukan penting lebih dikembangkan agar dapat menekan emisi. “Itulah diskusi kami tadi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi tujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengurangi emisi global. Ruddock juga mengatakan, teknologi CCS sangat penting dikembangkan.

“Kami akan mengajak Indonesia dan menjadi mitra dalam pengembangan CCS,” katanya.

Inggris, lanjutnya, juga akan bekerja sama mengembangkan BBN seperti mendatangkan ahli ke Indonesia. Ruddock juga menyarankan, agar Indonesia lebih meningkatkan pasar pengembangan panas bumi.

Pada 4 November lalu, Menteri Perdagangan, Investasi, dan Usaha Kecil Inggris Lord Davies of Abersoch juga bertemu dengan Darwin.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Inggris sepakat meningkatkan kerja sama di sektor minyak dan gas (migas), energi baru dan terbarukan, serta peningkatakan kapasitas ketenagalistrikan.

Inggris merupakan negara yang sudah lama dan juga telah menanamkan investasinya hingga miliaran dolar AS di Indonesia.

Dalam waktu dekat, akan diadakan simposium yang merupakan forum bertemunya investor Inggris. Melalui kegiatan simposium, diharapkan menghasilkan terobosan meningkatkan investasi termasuk mendapatkan kemudahan pembiayaan dari perbankan di Inggris.

ant/isw

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…