Rabu, 18 November 2009 13:42 WIB Internasional Share :

Harga emas terus membubung tinggi

Singapura–Harga emas dunia terus membubung tinggi menciptakan rekor terbarunya. Kekhawatiran seputar prospek inflasi ke depan dan ketidakpastian ekonomi memicu investor untuk memburu logam mulia ini.

Harga emas di pasar spot Asia pada Rabu (18/11) sempat melonjak hingga US$ 1.143,95 per ounce, sebelum akhirnya surut ke US$ 1.140 per ounce.

Selain dipicu kekhawatiran masalah ekonomi, harga emas juga didukung oleh dolar AS yang diproyeksikan masih akan terus melemah meski kemarin sempat rebound.

Euro tercatat melemah ke 1,4873 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4972 dolar. Dolar AS juga menguat atas yen ke 89,25 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,05 yen.

Dolar AS memang kemarin sempat rebound setelah Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet mengungkapkan komitmennya untuk penguatan dolar. Namun pialang meyakini dolar AS masih akan berada dalam trend melemah.

“Dolar AS masih akan sulit untuk menguat karena sepertinya Bank Sentral AS akan menjaga kebijakan bunga rendahnya untuk sementara waktu,” ujar Tomohiro Nishida, manajer treasury Chuo Mitsui Trust and Banking Company seperti dikutip dari Reuters.

Sementara harga minyak mentah dunia juga tercatat kembali naik. Minyak light tercatat naik 54 sen menjadi US$ 79,68 per barel. (qom)
dtc/tya

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…