Rabu, 18 November 2009 15:45 WIB News Share :

Gelar rapat terbatas, SBY minta kasus Bibit-Chandra tak ganggu pelayanan publik

Jakarta–Hingar bingar pemberitaan proses hukum kasus Bibit-Chandra diminta jangan sampai mengganggu pelayanan terhadap publik. Termasuk pelaksaan dari tugas jajaran Kepolisian dan Kejaksaan.

“Saya ingatkan pada pejabat terkait, tetap jalankan tugas secara utuh. Jalannya pemerintahan tidak boleh berhenti, demikian pula tugas jaksa dan polri melayani masyarakat,” kata SBY dalam pengantar rapat kabinet terbatas tentang laporan dan rekomendasi Tim 8 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/11).

Presiden menegaskan, kemelut proses hukum Bibit-Chandra memang perlu penanganan cepat dan tepat. Sebab bila salah dan terlambat melakukan langkah solusi, maka ada gilirannya isu yang satu bulan terakhir sangat mendominasi pemberitaan media massa tersebut akan benar-benar menjadi gangguan terhadap roda pemerintahan.

“Namun jangan kita tersedot oleh satu dua dua isu yang meski memang perlu dikelola dengan baik. Sebab rakyat tetap membutuhkan pelayanan,” sambung SBY.

Boleh jadi pelaksaan pembangunan dan tugas pelayanan masyarakat buat sementara waktu kurang menjadi perhatian media massa. “Tapi tugas negara tidak kalah penting karena itu akan dirasakan oleh rakyat Indonesia,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…