Selasa, 17 November 2009 18:05 WIB News Share :

Wiliardi di'keroyok' petinggi Polri

Jakarta–Kesaksian Kombes Wiliardi Wizar soal adanya rekayasa untuk menyeret Antasari Azhar dalam perkara pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dimentahkan para petinggi Polri.

Dengan kompak para pejabat tinggi Polri ramai-ramai membantah kesaksian itu dalam persidangan di PN Jakarta Selatan. Setelah mantan Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Hadiatmoko, dan mantan Direskrimum Polda Metro Jaya Brigjen Pol M Iriawan, kini giliran mantan Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Tornagogo Sihombing meluncurkan bantahan serupa.

Di depan majelis hakim, Tornagogo membantah telah mendapat arahan dari para petinggi Polri terkait dikondisikannya BAP Wiliardi. “Tidak pernah (diarahkan). Kami tahu ini pembunuhan berencana, karenannya kami punya komitmen untuk profesional,” ujarnya di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Selatan.

Hakim pun lantas menggali keterangan Kapolres Bandara Soetta ini dengan menanyakan soal dugaan adanya pengarahan ke Wiliardi untuk menyesuaikan BAP milik Sigid haryo Wibisono. Secara tegas Tornagogo mengelak. “Tidak pernah,” tukas dia.

Kendati tersudut, Wiliardi tetap bersikukuh dengan keterangannya. Mantan Kapolres Jakarta Selatan ini tidak menarik kesaksiannya satu kalimat pun. “Saya tetap pada keterangan semula,” ujar Wiliardi di depan majelis hakim.

Dalam persidangan sebelumnya, Wiliardi menyatakan dalam pemeriksaan, dirinya ditekan dan diminta menyamakan BAP miliknya dengan Sigid. Wiliardi bahkan bersumpah para petinggi Polri saat itu mengatakan mengincar Antasari sebagai target dalam perkara pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Pengakuan Wiliardi sempat membuat posisi Antasari di atas angin. Tim kuasa hukum Antasri kala itu langsung menjadikan kesaksian Wiliardi sebagai modal untuk membela kliennya. Namun kesaksian lima petinggi Polri pada hari ini membuat keadaan berbalik. Antasari pun enggan menanggapi hasil persidangan hari ini. “Persidangan kita serahkan ke majelis hakim,” tukasnya lantas meninggalkan PN.

Berikut cuplikan kesaksian petinggi Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan:

“Saya tidak mencampuri substansi materi penyidikan,” kata mantan Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Hadiatmoko.

“Saya tidak tahu (dalam pengubahan BAP Wiliardi). Dia teman saya jadi mana mungkin saya merekayasa,” ujar mantan Direskrimum Polda Metro Jaya Brigjen Pol M Iriawan.

“Kata-kata kita targetkan Antasari tidak ada sama sekali. Artinya kalau kita diminta untuk merekayasa, itu berbahaya bagi kami,” tegas Kasat Keamanan Negara, Polda Metro Jaya AKBP Daniel Tifaona.

okz/isw

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…