Selasa, 17 November 2009 10:15 WIB News Share :

Tim pembela Nurcholish Madjid resmi somasi Kapolri


Jakarta–
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dinilai menyepelekan tuntutan keluarga dan pendukung (Alm) Nurcholish Madjid. Untuk itu, tim pembela resmi mengajukan somasi yang harus dipenuhi dalam waktu 3×24 jam.

“Segera kepada Kapolri untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan media massa yang ditujukan kepada keluarga besar Nurcholish Madjid dan pendukung setianya,” ujar salah seorang anggota Tim Pembela, Wakil Kamal, saat dihubungi lewat telepon, Senin (16/11).

Permintaan maaf ini harus dilakukan karena BHD telah melakukan penyebutan nama Nurcholish Madjid dengan inisial “N” yang dikaitkan dengan Kasus Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Padahal, pernyataan tersebut tidak didukung fakta yang kuat.

“Tidaklah pantas disebutkan dalam suatu pertemuan terbuka dalam konteks yang tidak ada kaitannya sama sekali dalam dugaan tindak pidana,” tegasnya.

Selain itu, BHD juga diminta untuk membersihkan dan memulihkan nama besar Nurcholish Madjid dan putrinya. Termasuk berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang sama.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh pihak keluarga Cak Nur. Sang Istri, Omi Komaria meminta sikap arif dan bijaksana yang dilakukan Kapolri terkait hal ini.

“Beliau memberikan pesan pada saya, masih menunggu kearifan polisi untuk meminta maaf,” tutup Wali.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…