Selasa, 17 November 2009 20:25 WIB News Share :

Sri Mulyani bantah temui Ical

Jakarta–Menkeu Sri Mulyani membantah telah menemui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie terkait hak angket Bank Century (sekarang Bank Mutiara). Sayangnya menteri mantan direktur IMF ini tidak mau menjelaskan lebih lanjut bantahannya itu. 

“Pertemuan apa? Nggak, nggak ada,” kata Sri Mulyani singkat sambil meninggalkan wartawan di rumah dinasnya Komplek Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (17/11).

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Sri Mulyani melakukan pendekatan khusus kepada Golkar. Tak tanggung-tanggung, lobi tingkat tinggi itu dilakukan langsung oleh Sri Mulyani kepada Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Riau Aburizal Bakrie. Pertemuan kedua tokoh ini kabarnya dilakukan di kediaman Ical di Menteng.

“Saya dengar memang antara pak Ical dengan Sri Mulyani sudah ada pertemuan. Tetapi saya tidak tahu terkait apa. Kalau kabar-kabar yang beredar, Sri Mulyani meminta maaf,” kata sumber di DPP Golkar, Selasa.

Kabarnya Sri Mulyani mendatangi Aburizal dan meminta maaf juga atas kasus beberapa waktu lalu terkait kisruh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhir tahun lalu. Setelah permintaan maaf itu, Aburizal dikabarkan melunak. Ketegasan Ical yang sebelum terjadi pertemuan dengan Sri Mulyani akan mendukung Hak Angket Bank Century menjadi tak terdengar lagi.

Ical dikabarkan sudah memaafkan Sri Mulyani dalam kasus saham BUMI. Sebagai akibatnya, Golkar akan mengevaluasi pernyataan dukungannya terhadap usul hak angket skandal bank Century.

“Kabarnya Pak Ical sudah memaafkan Sri Mulyani. Apalagi katanya, sudah ada komunikasi antara Pak Ical dengan petinggi negeri ini dan kabarnya Sri Mulyani datang ke rumah Pak Ical karena diperintah untuk berdamai,” paparnya.

“Setelah pertemuan itu, sikap Partai Golkar tidak sekencang sebelumnya. Kita akhirnya bersikap seperti Demokrat, menunggu hasil audit investigatif BPK. Kalau ada person-person anggota fraksi yang mendukung, itu hak masing-masing. Bukan menggambarkan sikap partai,” imbuh sumber tersebut.

Setelah pertemuan kedua tokoh inilah, hubungan harmonis antara Golkar dengan pemerintah kembali membaik. Tanda-tanda awalnya dibuktikan dengan kehadiran Wapres Boediono dalam acara peringatan HUT Golkar di Slipi beberapa waktu lalu.

Seiring membaiknya hubungan ini, sikap Golkar terhadap usulan hak angket Bank Century kembali harus memulai dari bawah. Sebab, tanpa dukungan Golkar, Angket Bank Century diyakini akan gagal di tengah jalan. Alasannya, jumlah dukungan yang diberikan PDIP, Hanura dan Gerindra masih kalah jauh dengan dukungan dari partai pendukung koalisi yang menunggu remot dari PD.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….