Selasa, 17 November 2009 20:24 WIB News Share :

Ratusan kayu logging terdampar di Pantai Melawai

Samarinda–Ratusan batang kayu logging berbagai jenis dan ukuran terdampar di bibir Pantai Melawai, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Kayu-kayu tersebut berjejer memadati tepian pantai sepanjang 2 km.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kayu-kayu berdiameter 40-70 cm itu tidak hanya terdampar di Pantai Melawai, tapi juga di bibir Pelabuhan Semayang hingga Pantai Banua Patra sepanjang 2 km. Namun demikian, hamparan kayu logging terbanyak berada di bibir Pantai Melawai, depan kantor KPU Kota Balikpapan,Jl Melawai.

Alamsyah, salah seorang warga Balikpapan, mengatakan kayu-kayu tersebut terlihat sejak pukul 06.00 Wita, Selasa (17/11). Hingga sore hari, ratusan kayu logging tersebut masih menjadi pusat perhatian pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. “Aneh saja. Kok bisa banyak kayu logging di pantai,” kataa Alamsyah.

Direktorat Polair Polda Kaltim usai menerima laporan dari KPPP Polresta Balikpapan, langsung menuju lokasi. Dari penyelidikan sementara, ratusan batang kayu logging diduga kuat terseret arus pasang surut air laut.

“Di antaranya jenis kayu akasia. Terbawa arus laut ke bibir pantai,” kata Direktur Polair Polda Kaltim Frederik Salalembang.

Menurut Frederik, ratusan batang kayu logging tersebut dilaporkan terlepas dari ikatan kapal ponton PT Kutai Chip Mill, sebuah perusahaan kayu yang berlokasi di Teluk Waru, Balikpapan Barat,sejak Jumat (13/11) lalu. “Terlepas dari pengikatnya sekitar jarak 30 kilometer dari bibir pantai,” ujar Frederik.

Saat ini petugas masih berupaya memindahkan kayu logging tersebut ke daratan. Petugas berharap air laut pasang agar mempermudah proses evakuasi. “Kami berupaya pindahkan kayu dan saat ini masih memeriksa status perizinan dan pengangkutan kayu tersebut,” pungkas Frederik.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Berjaya/PT.Korin Berkah Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pengelolaan Mudik Lebih Baik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (7/7/2017). Esai ini karya Rahmi Nuraini, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah rahminoer@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Mudik Lebaran telah usai. Banyak kalangan menyebut pelaksanaan dan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun…