Selasa, 17 November 2009 21:36 WIB Wonogiri Share :

RAPBD 2010 minim, Pemkab harus lakukan penghematan

Wonogiri (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri harus melakukan penghematan habis-habisan dalam penyusunan RAPBD 2010 menyusul minimnya pendapatan asli daerah (PAD) sementara banyak program/kegiatan yang tak bisa ditunda dan menyedot biaya besar.

Kegiatan dimaksud di antaranya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) senilai lebih dari Rp 21 miliar. Selain itu, juga anggaran rutin seperti gaji pegawai yang diproyeksikan naik pada 2010 mendatang. Akibatnya, diperkirakan banyak usulan proyek fisik yang terpaksa tak bisa dianggarkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, Suprapto, serta Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Budi Sena, dihubungi terpisah, Selasa (17/11) mengungkapkan, dalam pekan ini akan menyelesaikan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBP 2010.

“Ya, ini kan DPRD masih Kunker (kunjungan kerja-red), setelah itu masih menunggu rapat Banmus (Badan Musyawarah-red) DPRD. Rencananya kalau nggak pekan ini, ya pekan depan, KUA PPAS diajukan,” kata Suprapto.

KUA PPAS tersebut, tambah Suprapto, sampai saat ini masih dibahas di tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) namun sudah mendekati final. Ditargetkan, Rabu (18/11) sore ini pembahasan itu rampung. APBD itu sendiri diharapkan sudah bisa ditetapkan Januari 2010.

Pada bagian lain, Kepala DPPKAD, Budi Sena mengungkapkan, menyusul minimnya pemasukan PAD pada 2009, sepertinya akan banyak kegiatan atau proyek fisik yang tak bisa dianggarkan. Sebagaimana diberitakan, pemasukan PAD Wonogiri pada 2009 ini turun sebesar Rp 4,9 miliar dari yang direncanakan.
shs

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO — Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…