Selasa, 17 November 2009 17:55 WIB News Share :

Pocong keliling gegerkan warga Bogor


Bogor–
Isu hantu pocong keliling (Poling), mulai meresahkan warga di dua kecamatan  di Kota Bogor. Cerita Poling yang semula hanya dari mulut ke mulut, tidak di respons berlebihan warga. Namun memasuki satu pekan terakhir, warga  mulai resah, karena semakin banyak yang percaya.

Begitulah yang terjadi di tengah masyarakat Kecamatan Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor Barat. “Kami sekarang takut keluar malam, karena isu pocong keliling itu, ternyata benar adanya. Banyak warga  sudah melihatnya. Saya sendiri belum, namun saya berdoa, agar tidak  mau melihat mahluk itu,” ujar Mirna (4G), warga Kampung Sindang  Barang Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, Selasa (1711).

Isu pocong keliling, diakui ibu tiga anak ini, sebenarnya sudah lama, kurang lebih satu setengah bulan lalu. Saat itu, warga enggan berkomentar, karena yang di bicarakan adalah mahluk gaib yang katanya memiliki kekuatan luar biasa.

Bahkan pengurus RT meminta, agar masalah ini jangan terus dibicarakan, jika  tidak ingin menjadi kenyataan. “Eh sekarang malah terbukti. Banyak warga sudah melihatnya. Ini mungkin karena sering warga membicarakannya sehingga dia langsung  menampakkan  wajahnya pada orang yang sering membicarakannya,” kata Merna  menduga-duga penampakan pocong tersebut.

Begitu kuatnya berita poling tersebut, membuat kaum bapak yang setiap malam melakukan tugas rutin ronda, kini lebih memilih dalam rumah dan  tinggal bersama istri dan anak. Hal ini membuat ketakutan selain  gangguan keamanan dari penjahat juga dari mahluk gaib.

Penelusuran di Kecamatan Tanah Sareal, dan informasi yang dihimpun  dari  Makmur (47), yang tinggal di kampung Kayu Manis, ia  sendiri sudah melihat pocong keliling yang menghebohkan tersebut.

“Saat itu saya ke jamban untuk ambil air wuhu. Baru beberapa  langkah, saya  melihat pocong berdiri di dekat jamban. Takut saya langsung  histeris  dan minta tolong. Dari situ, saya tidak mau lagi keluar malam,” ujar Makmur.

okz/isw

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….