Selasa, 17 November 2009 20:41 WIB Issue,News Share :

Larangan pemutaran film 2012 meluas

Kediri–Pelarangan ‘2012’ terus meluas. Setelah MUI Kabupaten Malang, kali ini datang dari Pimpinan Cabang Nahdhltaul Ulama (PCNU) Kota Kediri, yang menganggap sinema layar lebar dengan bintang Jhon Chusack tersebut mendiskreditkan Islam.

Hal ini disampaikan Penasehat PCNU Kota Kediri KH.Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War. Meski belum melihat secara langsung ‘2012’, Gus War menganggap film tersebut tidak patut dipertontonkan, karena dikhawatirkan akan merusak pola fikir manusia, khususnya umat Islam.

Terlebih, dijelaskan oleh Gus War, dalam salah satu adegan ‘2012’ terdapat sebuah penyataan yang menyebut seluruh manusia akan meninggal saat kiamat datang, kecuali bagi mereka yang memilih menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam gereja.

“Kalau memang informasi yang saya dapat ini benar, cerita film itu kan sangat mendiskreditkan Islam. Bahkan sangat mungkin bukan hanya Islam yang tersakiti, karena di sana disebutkan mereka akan mati kalau tidak masuk gereja,” jelas Gus War, Selasa (17/11).

Meski demikian, saat ditanya apakah dirinya menentang film ‘2012’ untuk diputar di Kota Kediri dan sekitarnya, Gus War mengaku tidak memiliki wewenang untuk melakukannya. “Kami ulama hanya menganggap cerita film itu salah. Tapi kalau tanya menolak diputar dan lain sebagainya, itu wewenang pemerintah untuk memutuskannya,” terangnya.

Secara terpisah MUI Kota Kediri, dikonfirmasi mengenai beredarnya ‘2012’ juga memberikan penilaian yang sama dengan PNCU. Sesuai dengan keputusan MUI Pusat, pemimpin cabang di Kota Kediri juga menentang film tersebut untuk diedarkan.

“Kami di daerah tentunya patuh dengan apa yang diputuskan pimpinan pusat. Kalau memang sudah ada larangannya, kami juga akan menjalankannya,” ungkap Plt Ketua MUI Kota Kediri, KH Khafabihi Mahrus.

Terkait upaya menolak pemutarannya di Kota Kediri, Kiai Kafa, sapaan akrab KH Khafabihi Mahrus mengaku siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Berjaya/PT.Korin Berkah Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pengelolaan Mudik Lebih Baik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (7/7/2017). Esai ini karya Rahmi Nuraini, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah rahminoer@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Mudik Lebaran telah usai. Banyak kalangan menyebut pelaksanaan dan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun…