Selasa, 17 November 2009 14:14 WIB News Share :

Konflik internal PG memuncak, giliran Surya Paloh pindah ke Hanura

Jakarta–Kondisi internal Partai Golkar pasca Munas di Riau terus bergejolak. Setelah calon Ketua Umum Golkar Yuddy Chrisnandi secara resmi menyatakan mengundurkan diri dan berpindah ke Partai Gerindra, kini giliran mantan calon ketua umum yang lain, Surya Paloh juga dikabarkan meninggalkan partai Beringin dan berencana pindah ke Partai Hanura.

Berdasarkan sumber menyebutkan, kabar rencana pindahnya Surya Paloh ini sudah beredar di internal Partai Golkar. Bahkan kabar tersebut juga sudah menjadi pembicaraan di tingkat elit partai Golkar dan Partai Hanura.

“Kita sudah tahu kalau ada rencana dari SP (Surya Paloh) pindah ke Hanura. Ya itu baguslah lah. Biar jelas juga posisinya,” kata salah satu wakil sekretaris DPP Partai Golkar yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom, Selasa (17/11/2009).

Menurut salah satu pimpinan ormas Golkar ini, sebenarnya sangat disayangkan jika alasan kepindahan SP ke Hanura karena kalah dalam merebut kursi ketua umum Golkar di Munas Riau lalu. Namun, karena masing-masing kader memiliki hak politiknya untuk memilih, elit Golkar pun tidak bisa mencegahnya.

“Kalau alasannya karena kalah merebut ketua umum Golkar kemarin, terus pindah, ya sayang. Publik akan mencatat ini. Tetapi itu hak politiknya. Kita tidak bisa mencegah,” paparnya.

Politisi Golkar ini yakin kepindahan SP ke Hanura tidak akan berpengaruh banyak bagi soliditas Partai Golkar. Apalagi, komposisi kepengurusan Golkar saat ini sudah mengakomodir kekuatan daerah dan pemerataan kader muda secara seimbang.

“Kita yakin nggak akan ada pengaruh yang signifikan. Kita masih sangat solid. Bisa dilihat dari komposisi kepengurusan kami,” pungkasnya.

dtc/isw

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…