Selasa, 17 November 2009 14:05 WIB Internasional Share :

Kembar siam Trishna-Krishna berhasil dipisahkan

Melbourne–Setelah melakukan operasi lebih dari 24 jam, para dokter Australia akhirnya berhasil memisahkan kembar siam asal Bangladesh, Trishna dan Krishna. Kedua anak perempuan itu menempel di bagian kepala.

Para ahli bedah yang bekerja semalaman akhirnya berhasil memisahkan otak Krishna dan Trishna pada Selasa, 17 November sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kondisi kedua bocah tersebut baik.

“Momen pemisahan lebih seperti momen tidak nyata,” kata Dr Donnan. “Ada kelegaan namun saya pikir semua orang menyadari bahwa jalan masih panjang dan kedua anak perempuan itu memiliki masa-masa sangat sulit ke depan,” imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/11).

Para ahli bedah plastik kini akan menutup tengkorak Trishna dan Krishna dengan tulang dan jaringan kulit untuk mencegah infeksi. Keduanya sempat nyaris meninggal ketika diselamatkan dari sebuah panti asuhan di Dhaka, Bangladesh dua tahun lalu.

Dikatakan Dr Donnan, tim dokter yang terdiri dari 16 orang, gembira melihat si kembar siam telah dipisahkan.

“Ini hal yang telah direncanakan selama dua tahun,” tutur Dr Donnan. “Semua orang telah mengenal kedua anak perempuan ini sebagai satu-kesatuan dengan kepribadian masing-masing mereka. Jadi melihat mereka sebagai manusia yang terpisah merupakan momen yang sangat mengagumkan,” tandasnya.

Saat operasi berlangsung, suara alunan musik pop diperdengarkan di meja operasi. Krishna dan Trishna sebelumnya telah menjalani serangkaian operasi untuk persiapan operasi pemisahan.

dtc/isw

Lowongan Pekerjaan
Kasir Toko, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…