Selasa, 17 November 2009 14:45 WIB News Share :

Bea Cukai ungkap 74 kasus narkoba selama 2009

Jakarta–Jumlah kasus tangkapan narkoba oleh Ditjen Bea Cukai meningkat dari tahun lalu. Ganja kering menjadi barang yang paling sering disita oleh Ditjen Bea Cukai.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Thomas Sugijata dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai di Rawamangun, Jakarta, Selasa (17/11).

Menurut Thomas, kasus tangkapan narkoba pada tahun 2009 mencapai 74 kasus sedangkan 2008 hanya 42 kasus. “Dari 74 kasus 25 kasus dari Malaysia, kami sudah koordinasi dengan Bea Cukai Malaysia untuk koordinasi barang keluar,” jelas Thomas.

Berdasarkan data Ditjen Bea Cukai, kasus tangkapan narkoba pada tahun 2008 melalui seaport sejumlah 1 kasus, cuseline sejumlah 10 kasus, airport 23 kasus, airmail/parcel service sejumlah 7 kasus, dan land boarder sejumlah 1 kasus.

Sedangkan pada 2009, jumlah tangkapan kasus narkoba melalui cuseline sebanyak 27 kasus, airport 29 kasus, airmail/parcel service sejumlah 23 kasus, seaport dan landboarder belum ada kasusnya sepanjang 2009.

Jumlah penangkapan kasus narkoba ini tidak disertai dengan kenaikan jumlah narkoba pada beberapa jenis narkoba yang didapat. Untuk heroin pada tahun 2008 sebanyak 33.332 gram sedangkan tahun ini turun menjadi 2.660 gram. Begitu juga dengan cocain. Tahun lalu tangkapan cocain sejumlah 629,59 sedangkan tahun ini hanya seberat 55 gram tangkapan.

Peningkatan jumlah tangkapan narkoba terdapat pada tangkapan ganja kering. Tahun lalu disita 2.2969,5 gram ganja kering, sedangkan pada tahun ini sebanyak 85.690,2 gram. Ekstasi juga meningkat dari 85.387 gram pada tahun lalu menjadi 127.142 gram. Shabu meningkat dari 45.081 gram menjadi 66.629 gram.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja CV SATRIA GRAHA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…