Senin, 16 November 2009 14:05 WIB News Share :

Polisi gelar rekonstruksi penggrebekan teroris Temanggung


Temanggung–
Polisi menggelar rekonstruksi penggerebekan markas teroris di Temanggung, Jawa Tengah. Proses rekonstruksi dilakukan di sejumlah tempat dan menghadirkan tersangka Indra dan Aris.

Adegan pertama digelar di perempatan Pasar Kedu, Kabupaten Temanggung, sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (16/11). Di tempat itu diungkapkan Syaifudin Zuhri dan Ibrohim, masing-masing diperankan anggota Densus 88 Mabes Polri, bertemu dengan Indra. Ketiganya kemudian berbincang-bincang di warung sate kambung Cak Sirun.

Beberapa saat kemudian ketiganya pergi. Indra dan Ibrohim berboncengan sepeda motor, sedangkan Syaifudin Zuhri naik sepeda ontel. Mereka pergi ke bengkel sepeda tempat kerja Aris di Desa Beji, Kecamatan Kedu.

Namun sesampainya di bengkel tersebut Aris tidak ada. Pemuda tersebut baru muncul sekitar 15 menit kemudin. Setelah berbincang-bincang sejenak, mereka kemudian pergi menuju rumah Aris yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari bengkel sepeda tersebut.

Di rumah tersebut, keempatnya kembali terlibat dalam perbincangan yang serius. Dari rumah Aris, mereka kemudian pergi ke tempat pemakaman desa setempat dan selanjutnya ke rumah M Djahri. Di rumah pensiunan guru SMP itulah Ibrohim tewas ditembak dalam penggerebekan yang memakan waktu 17 jam.

Hingga saat ini proses rekonstruksi masih berlangsung. Polisi masih melakukan berbagai persiapan di rumah Djahri.

Proses rekonstruksi ini menarik perhatian warga setempat. Mereka berbondong-bondong memadati tempat-tempat digelarnya rekonstruksi. Kegiatan ini mendapat penjagaan yang cukup ketat aparat kepolisian baik dari Polres Temanggung maupun Densus 88 Mabes Polri. Terlihat ada 5 personel Densus 88 berseragam lengkap.

Aris dan Indra didatangkan ke lokasi juga di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Keduanya dibawa ke tempat rekonstruksi dengan mobil Kijang warna hitam B 2882 Y.

Dalam kesempatan itu Aris memakai baju putih bergaris-garis biru dan celana panjang warna hijau gelap. Sedangkan Indra mengenakan kemeja warna krem dan celana panjang hijau. Keduanya tidak tampak diborgol.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…