Senin, 16 November 2009 17:00 WIB Karanganyar Share :

Petani Jumantono dan Matesih dihantui serangan tikus

Karanganyar (Espos)–Petani di wilayah Kecamatan Jumantono dan Matesih dihantui merebaknya kembali serangan hama tikus memasuki masa tanam (MT) III 2009. Hal itu menyusul keberadaan hama tersebut yang mengganas di empat musim panen terakhir.

Menurut penuturan sejumlah petani di Desa Tunggulrejo, dari empat MT berjalan, petani mengalami gagal panen di tiga MT pertama. Sedangkan di MT terakhir, kata mereka, petani dapat sedikit bernafas lega karena persentase kerusakan hanya sekitar 25%. Kondisi itu jauh lebih baik dibandingkan hasil panen MT-MT sebelumnya dimana kerusakan tanaman akibat serangan tikus mencapai 90%.

“Panen terakhir bisa dibilang sudah lumayan karena tingkat kerusakan hanya 25%. Tetapi kami sering khawatir mengingat  sampai sekarang serangannya masih ada,” ungkap salah seorang petani, Arjo Kardi, 50, ditemui Espos di Dukuh Badran, Tunggulrejo, Jumantono, Senin (16/11). Dia mengemukakan, petani sudah melakukan berbagai upaya, namun tikus tetap sulit dibasmi.

Petani lain, Yoto, 50 , menyatakan hal serupa. Dia mengatakan sejauh ini langkah yang diandalkan petani di Tunggulrejo dan desa-desa lain di Kecamatan Jumantono untuk menanggulangi serangan hama tikus hanya dengan memanfaatkan obat atau racun tikus. Selebihnya seperti gropyokan secara beramai-ramai dan pengemposan menggunakan belerang belum pernah dilakukan.

“Itu pun obatnya kami harus membeli sendiri karena tidak ada bantuan dari dinas terkait di Karanganyar. Sehingga kalau upaya penanganan yang dilakukan gagal dan tanaman tidak bisa diselamatkan, kerugian yang dialami menjadi semakin besar,” sambungnya. Yoto menambahkan, sebagian besar masyarakat di Tunggulrejo menjadikan sektor pertanian sebagai andalan, sehingga ketika tanaman diserang hama, itu menjadi pukulan telak bagi penghidupan warga.
try

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…