Senin, 16 November 2009 17:27 WIB News Share :

Obama
Saya miliki hubungan historis dengan Indonesia

Jakarta–Presiden AS, Barack Obama menyatakan kedekatan hubungannya yang telah dijalinnya dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan latar belakangnya yang pernah tinggal di Indonesia, seusai pertemuan bilateral di Singapura, Minggu.

“Seperti telah diketahui, saya memiliki hubungan historis dengan Indonesia, namun saya juga kagum akan kemajuan demokrasi yang dicapai oleh Indonesia sekarang ini,” ujar presiden Obama, seperti dikutip siaran pers Kedutaan Besar AS di Jakarta yang diterima ANTARA, Senin.

Menurut kepala negara Amerika Serikat yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia bahwa  Indonesia tidak hanya penting bagi kawasan, namun juga sebagai salah satu anggota negara G-20. Sebagai salah satu negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar.

“Indonesia juga sangat berpotensi dalam strategi pembangunan dan demokrasi serta strategi antar agama yang sangat penting di masa depan,” katanya.

Obama menuturkan, kedua kepala negara telah membicarakan hubungan bilateral yang lebih baik lagi, perjanjian kerja sama menyeluruh mencakup bidang pendidikan, masalah penggunaan energi bersih, menciptakan perdamaian dan memerangi terorisme.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga mendiskusikan mengenai pencapaian tujuan perjanjian Copenhagen, dan terus menstabilisasi dan mendorong ekonomi, perdagangan dan investasi, yang juga telah dibicarakan dalam KTT ASEAN.

Obama mengaku sangat senang dalam menyambut prospek hubungan kedua negara di masa depan.    Presiden berkulit hitam pertama AS itu di hadapan Presiden SBY juga menyatakan niatnya untuk berkunjung ke Indonesia tahun depan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden SBY menghargai pendekatan baru mengenai kebijakan luar negeri AS, menyangkut terhadap berbagai masalah termasuk dalam pendekatan positif dengan dunia Islam.

“Kami juga memperbaharui komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan kerjasama bilateral menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi, dan menyambut baik kerja sama antara Indonesia dan AS di berbagai bidang,” ujar Presiden SBY.

Kerja sama bilateral yang dimaksud oleh presiden RI meliputi bidang perdagangan dan investasi, pendidikan dan teknologi, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, pemberantasan penyakit menular dan memerangi terorisme, serta melakukan hubungan yang lebih erat antara masyarakat ke masyarakat.
Ant/tya

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…