Senin, 16 November 2009 12:15 WIB Internasional Share :

Iran kecam AS sita empat masjid


Teheran–
Iran mengecam langkah-langkah otoritas Amerika Serikat (AS) untuk menyita empat masjid dan sebuah gedung pencakar langit di New York. Bangunan-bangunan tersebut akan disita karena dimiliki oleh organisasi non-profit muslim yang diduga terkait pemerintah Iran, Yayasan Alavi.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mencetuskan, langkah tersebut menunjukkan bahwa slogan perubahan yang didengungkan Presiden AS Barack Obama adalah menipu. Dia tak ada bedanya dengan pendahulunya, mantan Presiden AS George W. Bush.

“Perpanjangan sanksi dan batasan terhadap Iran hingga setahun mendatang oleh presiden Amerika dan pemblokiran rekening dan aset-aset Yayasan Alavi di Amerika benar-benar memalukan,” cetus Larijani pada parlemen Iran.

“Setelah setahun pidato-pidato dan slogan kosong, perilaku dan tindakan presiden ini pada kenyataannya tidak lebih baik daripada pendahulunya,” imbuh Larijani seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Senin (16/11).

Para penuntut federal AS pekan lalu mengajukan gugatan sipil ke pengadilan federal terhadap Yayasan Alavi. Dalam gugatan tersebut dicantumkan penyitaan aset-aset yayasan tersebut senilai lebih dari US$ 500 juta.

Aset-aset tersebut mencakup rekening-rekening bank, pusat-pusat Islam yang terdiri dari sekolah dan masjid-masjid di New York, Maryland, California dan Houston, lebih dari 100 hektar tanah di Virginia dan gedung perkantoran berlantai 36 di Manhattan, New York.

Penyitaan tersebut dilakukan karena Yayasan Alavi diduga terkait pemerintah Iran.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…