Senin, 16 November 2009 18:55 WIB News Share :

Diperiksa KPK, Ari Muladi buka-bukaan soal suap Anggodo

Jakarta--Saksi kunci kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Ari Muladi  buka-bukaan soal suap dari Anggodo Widjojo. Saat ini Ari masih menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

“Hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di lantai 6 oleh Deputi Pengaduan Masyarakat Handoyo Sudrajat,” kata salah satu kuasa hukumnya, Sugeng Teguh Santosa di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel (16/11).

Sugeng menjelaskan, Ari dimintai keterangan seputar aliran dana yang diberikan Anggodo. Ari membeberkan kejadian yang dialaminya, mulai dari hubungannya dengan Anggodo, proses penerimaan hingga pemberian uang kepada Yulianto.

“Jadi Pak Ari dimintai keterangan tentang apa yang Pak Ari ketahui tentang proses yang terkait dengan hubungannya dengan Anggodo dan sejauh mana dia mengenal Anggodo.Dan proses aliran dana yang diberikan dari Anggodo ke AM,” ungkapnya.

Termasuk aliran uang ke Yulianto? “Ya,termasuk itu juga. Termasuk hubungan Anggodo dengan pihak-pihak yang disebut di dalam rekaman,” jelasnya.

Menurut Sugeng, saat ini Ari masih belum menyandang status apapun terkait kasus ini. Pemeriksaan kali ini hanya tahap awal dari proses penyelidikan.

“Dalam penyelidikan belum ditetapkan status seseorang sebagai saksi atau tersangka, masih mengumpulkan bahan keterangan apakah terjadi tindak pidana sebagaimana yang kami adukan,” terangnya.

Sebelumnya, Ari Muladi dan kuasa hukumnya mengadukan Anggodo Cs kepada KPK. Pengaduan ini dilakukan, lanjut Sugeng, karena Anggodo Cs diduga melakukan penghalangan dan menghambat proses penyidikan kasus korupsi.

Pengaduan ini, menurut Sugeng, juga didasari adanya rekaman yang diputar di MK beberapa waktu lalu. Pihaknya juga meminta KPK agar memanggil nama-nama yang disebut dalam rekaman.

“Ya, Anda tahu sendirilah pihak-pihak yang disebut dalam rekaman,” tandasnya.

Termasuk Susno dan Ritonga? “Iya, semuanya,” pungkasnya

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoaks dengan Logika

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (20/6/2017). Esai ini karya Rahmi Nuraini, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah rahminoer@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Kampanye untuk menghentikan berita bohong atau hoaks yang mengandung fitnah dan ujaran kebencian di…