16ahtenane
Senin, 16 November 2009 12:10 WIB Ah Tenane Share :

Dikejar "Polantas"

16ahtenaneMeski berpenampilan metal bin sangar, ternyata Jon Koplo masih takut pada dua jenis manusia, yakni bapaknya sendiri, dan polisi. Sudah begitu, siswa SMU Negeri Solo yang berpenampilan metal dengan sepeda motor protholan ini tak pernah mau patuh memasang dua spion, pake helm standar, apalagi ngurus SIM.
Kalau ada polisi, paling-paling cuma diajak kucing-kucingan dengan keahliannya berkendara motor.
Tapi Pembaca, sepandai-pandai Koplo melompat sekali waktu akan jatuh juga. Seminggu lalu saat bubaran sekolah, Koplo tidak langsung pulang. Ia malah muter-muter di Sukoharjo bersama pacarnya, Lady Cempluk. Nah, saat mau pulang, di dekat sekolahannya ia kepergok serombongan orang pakai seragam polisi lalu lintas sedang mengendarai sepeda motor.
”Wah, blaik! Nggak ada cegatan tapi malah ada rombongan polisi,” batinnya miris.
Karena merasa sepeda motornya bermasalah, tak ada spion dan yang jelas tak punya SIM, Koplo jadi gugup. Secepat kilat ia balik kanan dan langsung tancap gas. Namun ternyata rombongan ”Polantas” tadi tahu gerak–gerik Koplo. Mereka spontan mengejar beramai-ramai.
Koplo yang tahu kalau dirinya dikejar, naik motornya pun tambah pecicilan, ngepat-ngepot nggak karuan. Dan apesnya, ketika pas di tikungan, sepeda motornya selip dan mak glangsaaarrr… Koplo dan Cempluk jatuh dengan suksesnya. Untung mereka tidak terluka parah, Koplo pringisan lantaran luka lecet-lecet sementara Cempluk merintih keseleo akibat posisi jatuh yang tidak mengenakkan (mana ada jatuh enak).  
”He, Plo, ngapain kamu naik motor yak-yakan kayak dikejar setan?” teriak Tom Gembus, ketua rombongan ”Polantas” tadi yang jebul-nya  teman sekolahnya sendiri. Ternyata Tom Gembus dan teman-temannya memakai pakaian ala Polantas seusai melatih PKS (patroli keamanan sekolah).
”Ooo, asem tenan kowe! Mbok dari tadi bilang. Tak kira polisi, tiwas aku blingsatan kayak dikejar setan,” protes Koplo.
Lha gimana saya bilang wong kamu malah lari kayak maling dikejar polisi,” jawab Gembus sambil ngguyu ngakak disambut sorak ejekan teman-temannya, Huuu…!  Kiriman Soleh Hadi Suryani, Gagak Sipat RT 03/RW III Ngemplak, Boyolali

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Bisnis Syariat ala Istana Pasir

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (14/7/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Dalam sepekan terakhir  kita dikejutkan dua kasus dugaan investasi bodong…