Senin, 16 November 2009 15:35 WIB News Share :

Denda subsider dibayar, Puteh tak bebas


Jakarta–
Istri terpidana Abdullah Puteh, Marlinda Purnomo, membayar lunas denda yang dibebankan kepada suaminya sebesar Rp 500 juta. Namun Puteh belum bisa bebas.

“Hari ini saya datang untuk membayar denda subsider Pak Abdullah sebesar Rp 500 juta. Alhamdulillah sudah diterima KPK,” ujar Linda di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/11). Abdullah Puteh adalah eks Gubernur Aceh.

Linda membawa uang tunai Rp 500 juta yang disimpannya di tas warna coklat. “Saya berterima kasih pada teman-teman Bapak yang ada di Aceh yang sudah membantu memberikan pembayaran,” imbuh Linda.

Mantan presenter TVRI ini keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 13.47 WIB. Linda mengenakan kerudung coklat dan baju krem dan didampingi satu stafnya.

Menurut Linda, pelunasan ini terlambat satu minggu. Seharusnya pembayaran denda dilakukan pada 7 November lalu.

Setelah denda dibayar, Puteh tidak akan dilepaskan hari ini juga. Pelepasan Puteh menunggu keluarnya surat dari KPK. “Setelah ini akan ada surat dari KPK tapi keluarnya nggak hari ini,” tegasnya.

Puteh dijadwalkan keluar dari LP Sukamiskin Bandung pada Sabtu 7 November. Namun karena persyaratan membayar denda belum dipenuhi maka pembebasan Puteh ditangguhkan. Puten dijatuhi hukuman 10 tahun penjara terkait kasus pembelian helikopter MI-2 Rostov buatan Rusia pada April 2005.

Majelis hakim menilai Puteh bersalah melakukan tindak pidana korupsi karena melakukan penunjukan langsung pengadaan heli tersebut. Akibat perbuatan Puteh negara dirugikan Rp 13,875 miliar.

dtc/isw

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…