Minggu, 15 November 2009 21:26 WIB Sport,Internasional Share :

Tiga tim buka jalan

Dublin–Prancis, Portugal dan Rusia membuka jalan ke putaran final Piala Dunia 2010 berkat raihan kemenangan pada leg pertama babak playoff, Minggu (15/11) dini hari WIB.

Ketiga tim tersebut sejak awal memang difavoritkan melenggang ke Afrika Selatan. Meski kemenangan yang diraih belum menjamin apapun, fans mereka bisa lebih tenang menatap partai kedua tengah pekan ini. Satu-satunya laga playoff Eropa yang menghasilkan skor imbang adalah bentrok tuan rumah Yunani versus Ukraina yang berkesudahan 0-0.

Runner up Piala Dunia 2006, Prancis mengakhiri misi ke Stadion Croke Park, markas Republik Irlandia dengan manis. Les Bleus sukses memetik kemenangan tipis 1-0. Butuh 72 menit buat Prancis membobol jala Shay Given, yang dilesakkan oleh striker Chelsea, Nicolas Anelka. Hasil tersebut menguntungkan Prancis yang bakal menjadi tuan rumah leg kedua di Stade de France, Rabu (18/11).  

Di Lisbon, tuan rumah Portugal juga hanya menang tipis 1-0 atas Bosnia melalui tandukan Bruno Alves di babak pertama. Adapun sumbangan dua gol Diniyar Bilyaletdinov membawa Rusia unggul 2-1 kontra Ukraina dalam laga di Stadion Luzhniki, Rusia. Gol balasan krusial Slovenia ditorehkan pemain pengganti Nejc Pecnik.
Pelatih Irlandia, Giovanni Trappatoni belum patah arang meskipun anak asuhnya takluk di kandang sendiri. Dia meyakini peluang pada leg kedua masih 50:50.

“Seluruh pemain tampil bagus. Saya harus melihat siapa yang cedera dan apa yang mereka rasakan. Saya tak akan mengubah taktik. Saya yakin kami bisa mencetak gol di Paris. Saya rasa jika bermain ofensif, kami bisa melesakkan gol,” ungkap Trapattoni, seperti dilansir yahoosports.com. 

Kubu Prancis juga enggan jemawa. Kewaspadaan dilontarkan sang pelatih, Raymond Domenech. “Saya rasa kami baru separuh jalan. Target kami tetap terkualifikasi. Pertandingan playoff adalah 180 menit. Irlandia bermain sangat bagus dan sangat mampu bereaksi. Jadi kami harus berhati-hati,” ujar Domenech.

Di sisi lain, gelandang Portugal, Deco menyadari keberuntungan menaungi mereka ketika meredam Bosnia-Herzegovina. Setelah unggul lewat Alves, Seleccao gagal memburu gol kedua dan nyaris kebobolan di menit-menit akhir. “Pada akhirnya kami sedikit beruntung, tetapi bahkan keuntungan ini bukan penentuan. Yang terpenting kami tidak kebobolan. Di Zenica jika bisa mencetak gol, segalanya bakal mudah. Tetapi kami harus cerdik dan terus menguasai bola,” ujar Deco, seperti dikutip fifa.com.    
yms

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…