Minggu, 15 November 2009 20:14 WIB Karanganyar Share :

Puting beliung terus mengancam warga Karanganyar

Karanganyar (Espos)–Puting beliung terus mengancam masyarakat Bumi Intanpari. Dalam beberapa hari terakhir ini, hujan lebat disertai angin kencang terus menerjang sejumlah daerah di Karanganyar. Puluhan rumah di Jatipuro rusak. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Jumapolo, dan Ngargoyoso di sekitar lereng Gunung Lawu.

Masyarakat sendiri diimbau waspada dan berhati-hati mengingat cuaca buruk diperkirakan masih berlangsung cukup lama.

Informasi yang dihimpun Espos, Minggu (15/11), hujan lebat disertai angin kencang kembali terjadi pada akhir pekan lalu. Kali ini, sedikitnya tujuh rumah warga di Dusun Dukuh, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, rusak disapu puting beliung.

“Semula hanya angin kencang yang menyapu atap-atap rumah warga dan mengakibatkan kerusakan pada langit-langit rumah, kemudian baru turun hujan lebat. Kejadiannya mulai pukul 16.30 WIB. Akibat cuaca buruk ini, sedikitnya tujuh rumah warga di Dusun Dukuh, Desa Segorogunung, Ngargoyoso, rusak. Total kerugian materiil mencapai Rp 14,5 juta,” ungkap Kapolsek Ngargoyoso AKP Rianto, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka akibat puting beliung tersebut.

Sementara itu, total kerusakan rumah akibat angin puting beliung di Jatipuro, Jumat (13/11) petang lalu, bertambah menjadi 40 unit. Puluhan rumah yang disapu puting beliung itu tersebar di sejumlah dusun yang terletak di dua desa di wilayah Kecamatan Jatipuro.

Koordinator Lapangan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan cuaca buruk kemungkinan masih terus terjadi. Ancaman bencana juga mengintai. Untuk itu, seluruh warga masyarakat diminta tetap waspada.
dsp

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…