ayushveda.com
Minggu, 15 November 2009 14:27 WIB News Share :

KPI bantah larang siaran live sidang

Jakarta–Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) membantah melarang TV melakukan siaran live sidang. KPI tidak berhak melarang-larang TV melakukan siaran langsung.

“Kita tidak pernah melarang. Kita hanya akan mengatur, bagaimana mekanisme siaran langsung suatu acara, bukan melarang,” kata anggota KPI Izzul Muslimin kepada detikcom, Minggu (15/11).

Menurut Izul, pengaturan siaran live sidang itu masih merupakan usulan draf dan belum diputuskan KPI.KPI hanya akan mengatur jika wacana itu disepakati dalam Rapimnas KPI akhir November besok.

Menurut aktivis Muhammadiyah ini, wacana pengaturan soal siaran langsung televisi ini bermula dari banyaknya komplain atas siaran langsung sidang Antasari Azhar yang terkait dengan pembacaan tuntutan terkait ‘kisah selingkuh’ dengan Rhani Juliani.

“Dari kejadian itu banyak komplain ke KPI, terhadap tayangan itu. Kok porno gitu. Dari komplain, itu KPI menindaklanjuti,” paparnya.

Izzul meminta publik tidak buru-buru menghakimi KPI. Keputusan soal wacana ini berlaku atau tidak, baru akan dibahas dalam Rapimnas.

“Ini belum jadi keputusan, baru akan diputuskan nanti dalam Rapimnas. Kalau saya tanya ke KPI daerah, sepertinya tidak bulat pendapatnya. Ada yang tidak sependapat juga soal ini,” paparnya.

KPI akan melakukan pertemuan dengan Dewan Pers, Selasa (17/11) pekan depan. Dewan Pers sebelumnya menyatakan tidak setuju dengan pelarangan siaran live sidang.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…