Sabtu, 14 November 2009 19:15 WIB News Share :

Tak milik IMB, aktivis Greenpeace ngotot bertahan

Pekanbaru–Polisi melarang aktivis Greenpeace mendirikan basecamp di Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Salah satu alasannya, para aktivisĀ  lingkungan itu dinilai tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Terkait hal itu, polisi lantas meminta para aktivis Greenpeace membenahi barang-barangnya dan segera meninggalkan lokasi yang dijadikan basecamp. Namun permintaan polisi itu tidak digubris.

“Apa alasan polisi meminta kami membubarkan diri, kami bukan membangun basecamp di lahan PT RAPP. Kami membangun di lahan masyarakat, jadi tidak ada dalil polisi untuk mengusir kami,” kata juru bicara Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, Sabtu (14/11).

Selain mempersoalan IMB, polisi juga berdalih bahwa ada permintaan warga setempat agar para aktivis tersebut pergi. Padahal di sisi lain, ada juga kelompok masyarakat yang mendukung Greenpeace.

“Saat ini sekelompok masyarakat yang pro dan kontra sama-sama demo. Kami akan tetap bertahan di lokasi ini,” kata Bustar.

Demo warga yang pro dan kontra Greenpeace masih berlangsung. Mereka yang pro, membuat barisan di basecamp milik Greenpeace. Sedangkan massa yang menolak Greenpeace berada di belakang barisan polisi.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…