Sabtu, 14 November 2009 21:30 WIB News Share :

Ratusan KK korban gempa Tandikek masih mengungsi

Pariaman– Sebanyak 164 kepala keluarga (KK) korban gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor yang menimbun tiga korong (kampung) di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, hingga kini masih mengungsi. Apalagi di kampung mereka dilarang ditempati lagi.

Mereka mengungsi ke rumah kerabat di nagari lainnya atau di lokasi pengungsian kampung darurat didirikan LSM Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Nagari Ambun Kapur, Kecamatan Padang Sago, kata Ali Umar (57) warga setempat kepada ANTARA di Patamuan, Padang Pariaman, Sabtu (14/11).

KK yang mengungsi masing-masing berasal dari Korong Paraman Cumanak sebanyak 59 KK, Korong Lubuk Laweh 82 KK, Korong Pulau Aia 23 KK. Selain ada yang mengungsi, sebanyak
79 KK lainnya di tiga korong itu masih bertahan di kampungnya dan bermalam di tenda yang didirikan pemerintah, militer dan bantuan LSM serta donatur lainnya.

Warga yang masih bermalam ditenda itu masing-masing 37 KK di Korong Paman Cumanak, 35 KK di Korong Lubuk Laweh dan tujuh KK di Korong Pulau Air.

Tiga kampung itu merupakan daerah paling parah terkena gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor karena pemukiman masyarakat tertimbun tanah yang runtuh dai perbukitan Gunung Tigo.

Akibat bencana tersebut, sebanyak 45 warga Korong Pulau air tertimbun tanah dan hanya 25 orang yang jasadnya ditemukan, sisanya 20 orang masih tertimbun dan belum juga ditemukan.

Di Korong Cumanak sebanyak 75 orang warga tertimbun dan hanya 34 orang yang jasadnya ditemukan sedangkan 41 orang masih tertimbun. di Korong Lubuk laweh sebanyak 132 orang tertimbun dan ditemukan jasadnya hanya 48 orang serta 84 orang tidak ditemukan.

Dengan adanya sebanyak 145 orang warga yang masih tertimbun dan tidak ditemukan, Pemerintah Daerah bersama pihak terkait menetapkan lokasi longsoran tanah pada tiga kampung itu sebagai kuburan massal.

ant/isw

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…