Sabtu, 14 November 2009 18:55 WIB News Share :

Polisi buru penyebar isu pertikaian Lombok-Bima


Mataram–
Aparat kepolisian di berbagai kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mencari penyebar isu menyesatkan yang berisi pertikaian warga asal Bima dan Lombok.

“Saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman sesama Kapolres se-NTB untuk mengantisipasi isu menyesatkan itu dan berupaya mencari penyebar isu tersebut,” kata Kapolres Mataram AKBP I Nyoman Sukena, kepada wartawan di Mataram, Sabtu (14/11).

Ia mengatakan pihak yang menyebarkan isu menyesatkan itu patut ditangkap dan ditindak tegas karena perbuatannya sangat mengganggu kenyamanan dan ketenteraman masyarakat.

Isu menyesatkan itu berisi beragam cerita yang mengarah kepada upaya memprovokasi komunitas masyarakat dari kedua belah pihak agar bertikai. “Saya tegaskan bahwa berbagai isu itu tidak benar dan informasi tidak bertanggung jawab itu harus dicegah semua pihak. Penyebar isu itu sedang dicari untuk ditindak tegas,” ujarnya.

AKBP Sukena juga menegaskan bahwa pihaknya sudah menangani kasus kriminal murni yang melibatkan oknum mahasiswa asal Bima Pulau Sumbawa dan oknum warga Sekarbela Pulau Lombok, Selasa (10/11) malam lalu.

Pertikaian itu bermula dari ketersinggungan seorang mahasiswa asal Bima saat balap-balapan liar di Jalan Majapahit, hingga bersitegang dengan sejumlah warga Sekarbela.

Sejumlah warga Sekarbela kemudian mencari oknum mahasiswa asal Bima itu di tempat kosnya di Kelurahan Kekalik, Kota Mataram, hingga kamar kos yang ditempatinya dirusak pada Rabu (11/11) dini hari.

Pascakejadian itu aparat kepolisian Polsek Mataram yang mendapat dukungan dari Polsek Ampenan dan Polres Mataram terus meningkatkan patroli rutin di sekitar lokasi kejadian. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Sebarbela agar ikut membantu menenangkan warga Sekarbela yang diisukan hendak mencari (sweeping) warga asal Bima,” ujarnya.

AKBP Sukena juga berjanji akan menempuh kebijakan tegas jika ada masyarakat yang melakukan perbuatan sepihak yang merugikan orang lain.

Pihaknya pun meningkatkan koordinasi dengan Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram untuk menciptakan kondisi keamanan wilayah yang semakin kondusif.

ant/isw

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…