Sabtu, 14 November 2009 20:58 WIB News Share :

Kasus kriminalisasi KPK bisa picu people power


Jakarta–
Kekhawatirkan isu kriminalisasi KPK akan menimbulkan protes massal yang berujung pada gerakan people power seperti tahun 1998 bukan sesuatu yang tidak mungkin. People power akan muncul jika ada yang mem-back up.

“People Power bisa muncul jika ada pihak-pihak tertentu yang mem-back up. Selain itu, situasi dan kondisi bangsa juga benar-benar sudah menyulut emosi warga,” ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto, Sabtu (14/11).

Namun demikian, sambung Wawan, hingga saat ini dirinya belum melihat tanda-tanda gerakan massa itu akan terwujud. “Masih jauh ke arah situ (people power),” ujar Wawan.

Wawan sendiri berharap people power tidak sampai terjadi lagi di Indonesia. Sebab terlalu banyak kerugian yang harus ditanggung bangsa Indonesia jika gerakan tersebut benar-benar terjadi.

“Rupiah bisa jungkir balik, MoU dgn negara-negara bisa batal, investor bisa urungkan niat, pariwisata juga jeblok,” pesannya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….