Sabtu, 14 November 2009 23:20 WIB Boyolali Share :

Jumlah pelamar TKI Boyolali turun


Boyolali (Espos)–
Jumlah warga Kabupaten Boyolali yang melamar sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) pada tahun 2009 menurun drastis bila dibanding jumlah pelamar pada tahun sebelumnya.

Tahun 2008, jumlah TKI asal Boyolali yang dikirim ke Malaysia dan Taiwan tercatat sebanyak 563 orang, sementara tahun ini hanya sebanyak 89 orang. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Boyolali, Sugiyanto ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (14/11).

“Bila dibandingkan tahun 2008 lalu penurunannya cukup drastis, yakni sekitar 400%. Tahun lalu, jumlah TKI dari Boyolali yang dikirim ke Malaysia dan Taiwan, keseluruhannya mencapai 563. Sedangkan tahun ini hanya 89 orang yang melamar,” ungkap Sugiyanto.

Diakui Sugiyanto saat ini minat masyarakat Kabupaten Boyolali untuk mejadi TKI di luar negeri, seperti Malaysia dan Taiwan sangat minim. Padahal, permintaan dari perusahaan-perusahaan asing di kedua negara itu menurutnya cukup tinggi. “Target dari kami (Disnakertransos-Red) dan permintaan dari perusahaan-perusahaan asing, akhirnya tidak terpenuhi. Dari yang ditargetkan sekitar 200 TKI dapat dikirim, tapi hanya 89 orang yang melamar untuk menjadi TKI untuk dipekerjakan di sektor formal,” tuturnya.

sry

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…