Sabtu, 14 November 2009 12:45 WIB Ekonomi,News Share :

Hidayat
sektor industri akan tolak kenaikan TDL


Singapura-
-Kalangan pelaku industri siap menghadang rencana PLN untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun 2010.  Mereka menilai kebijakan menaikkan TDL menjadi kebijakan yang tidak populer dan akan diprotes banyak pihak mengingat pelayanan yang belum memadai.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi belakangan hari ini sangat menganggu proses produksi berbagai industri.

“Keinginan PLN menaikan TDL secara bertahap menurut saya itu tidak popular dan akan ditolak juga oleh sektor industri. Meskipun saya tahu itu sesuatu yang juga tidak bisa dihindari oleh PLN,” ujarnya di sela pertemuan APEC di Singapura, Sabtu (14/11).

Hidayat mengatakan, jika kenaikan tarif ini tidak bisa dihindari, maka PLN harus kembali mengatur kebijakan kategorisasi tarif terhadap sektor industri sehingga bisa lebih adil.

“Kan itu dulu ada peak hour trade dan sebagainya yang sering dikomplain oleh sektor industri. Mungkin kategorisasi itu bisa ditinjau kembali kalau tidak bisa dicegah ada kenaikan TDL tersebut,” tuturnya.

Masalah kelistrikan ini seringkali menjadi keluhan berbagai pihak terutama sektor industri. Hidayat mengatakan, jika masalah kelistrikan ini tidak segera dibenahi, maka investasi pun akan ikut terganggu.

“Seminggu yang lalu sebelum berangkat saya didatangi 40 perusahaan besar dari Kansai Fedaration dari Jepang, nomor 1 yang mereka komplain adalah apakah Indonesia bisa mengatasi masalah pasokan listrik,” tegasnya.

“Nah simestinya dalam situasi begini pemerintah cepat tanggap untuk segerakan prosesnya. Karena itu akan sangat membantu kecukupan suplai listrik kita selain juga itu akan menggunakan teknologi yang dibutuhkan dan juga akan memberikan employment ,” jelasnya.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…