Jumat, 13 November 2009 15:53 WIB News Share :

Seratusan massa pro Polri minta Bibit-Chandra & Antasari dipenjara


Jakarta–
Sekitar 100 orang pro Polri menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (13/11). Massa mengelu-elukan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan menuntut Antasari Azhar, Bibit Samad Rianto serta  Chandra M Hamzah dijebloskan ke bui.

“Antasari, Bibit dan Chandra harus dipenjara. KPK harus bersih dari anasir-anasir yang tidak jelas,” kata Alvian Siregar dari Gempita Indonesia di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/11) pukul 14.30 WIB.

Aksi ini diikuti oleh Gerakan Masyarakat untuk Pendidikan Politik, Hukum dan HAM (Gempita) Indonesia, dan Majelis Taklim Al-Atthos. Bagi massa ini, Antasari, Bibit dan Chandra tidak perlu dibela dan sebaiknya diserahkan saja pada proses hukum yang berlaku.

Massa membawa spanduk warna hijau bertuliskan “Antasari, Bibit & Chandra jangan berlindung dengan baju KPK.” Massa terus meneriakkan yel-yel berbunyi “Hidup Kapolri, hidup Kapolri!”, “Penjarakan Bibit dan Chandra.”

Beberapa perwakilan pendemo tengah berdialog dengan Bagian Pengaduan Masyarakat KPK. Massa yang terbalut baju koko dan kacamata hitam memenuhi jalur lambat Kuningan menuju Mampang. Akibatnya kendaraan dialihkan ke jalur cepat. Kendaraan tersendat. 100 Personel polisi tampak berjaga-jaga.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…