Jumat, 13 November 2009 14:40 WIB News Share :

Seluruh kecamatan di Jakarta masuk daftar merah HIV/AIDS


Jakarta–
Hasil pemetaan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menyebutkan tidak ada kecamatan dan kelurahan di Jakarta yang terbebas dari HIV/AIDS.

“Sudah saatnya seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) terlibat dalam penanggulangan dan pencegahan penularan HIV/AIDS,” kata  Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kependudukan dan Pemukiman  Margani Mustar di Jakarta, Jumat (13/11).

Di wilayah Jakarta, Jakarta Barat merupakan daerah terbanyak pengidap HIV/AIDS dengan jumlah 116 orang. Pengidap HIV/AIDS tahun 2009 yang terdata sebanyak 439 orang dan sebagian besar adalah laki-laki. Dengan rincian Jakarta Utara 44 orang, Jakarta Selatan 87 orang, Jakarta Barat 116 orang, Jakarta Timur 82 orang, serta Jakarta Pusat ada 110 orang.

Jakarta Barat merupakan daerah terbanyak pengidap HIV/AIDS karena di wilayah itu banyak dijumpai praktik panti pijat dan hiburan malam. Padahal Walikota Jakarta Barat sudah menginstruksikan penggunaan kondom 100 persen.

Margani mengingatkan, Pemprov jangan hanya membiarkan KPAP DKI dan Dinas Kesehatan bekerja sendiri dalam menekan jumlah penderita virus HIV.

“Sekarang ini diperlukan peran aktif dan kegiatan yang bersifat implementatif dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Karenanya diperlukan adanya kemitraan yang lebih kuat secara operasional dalam menanggulangi HIV/AIDS,” ujarnya.

Menurut Margani workshop penggalangan kesepahaman dan kesepakatan operasional penanggulangan HIV/AIDS bagi instansi di Provinsi DKI merupakan kegiatan yang sangat penting. Karena kegiatan melibatkan banyak pihak untuk bersama-sama dan bersinergi menekan penularan HIV/AIDS.

Sekretaris KPAP DKI Jakarta Rohana Manggala menjelaskan hingga kini penularan penyakit HIV/ AIDS melalui penggunaan jarum suntik masih menduduki urutan pertama, disusul hubungan seks bebas.

Berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, pada semester I tahun 2009, kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta mencapai 2.810 orang dan meninggal 425 orang. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan tahun 2008 yang hanya 439 orang.

Kemudian jika dipersentasekan, maka jumlah penderita HIV/AIDS penggunaan jarum suntik secara bergantian mencapai 71 persen, karena hubungan seks bebas 23 persen, dan sisanya 6 persen karena faktor lain-lain.

“Kegiatan penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dipisahkan dengan alat-alat pencegah masuknya virus HIV ke dalam tubuh. Seperti kondom dan jarum suntik steril,” kata dia.

Sayangnya, kedua alat pencegah ini justru sering dijadikan bahan perdebatan di beberapa kalangan. Direktur Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Anjun P Putra menegaskan aparat kepolisian tidak asal tangkap saja terhadap pelaku kejahatan narkoba. Penindakan akan dilakukan jika ada barang bukti yang ditemukan.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…