Jumat, 13 November 2009 15:37 WIB News Share :

Ribuan warga AS meninggal karna flu babi

Washington–Jutaan warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah terjangkit virus flu H1N1 atau flu babi. Terhitung sejak April hingga Oktober lalu, sekitar 22 juta warga AS telah terkena virus tersebut.

Sedangkan jumlah korban tewas mencapai 3.900 orang, termasuk 540 anak-anak. Demikian disampaikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir harian USA Today, Jumat (13/11).

“Kami telah menelusuri influenza selama beberapa dekade,” kata Anne Schuchat, direktur Pusat Nasional untuk Imunisasi dan Penyakit Pernafasan CDC. “Apa yang kita lihat di tahun 2009 belum pernah terjadi sebelumnya,” imbuhnya.

Schuchat mengimbau orang-orang yang sakit flu parah dan mereka yang memiliki penyakit asma untuk secepatnya ke dokter. Sebab obat-obat antivirus seperti Tamiflu dan Relenza paling efektif ketika diberikan begitu muncul gejala flu.

Menurut para dokter AS, kebanyakan penderita flu H1N1 tersebut berhasil sembuh setelah beberapa hari beristirahat penuh dan minum obat aspirin atau acetaminophen untuk menyembuhkan demam. Namun penyakit ini banyak menimbulkan korban jiwa di kalangan wanita hamil, penderita diabetes dan anak-anak, khususnya mereka yang memiliki penyakit berat lainnya.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…