Retno Sayekti Lawu/hkt
Jumat, 13 November 2009 10:38 WIB Tokoh Share :

Lawu lepas gelisah di teater

Retno Sayekti Lawu/hkt

Retno Sayekti Lawu/hkt

Bagi personel Teater Klosed, Retno Sayekti Lawu, panggung teater tak hanya digunakan sebagai penyaluran bakat dan kemampuan  berkesenian saja. Seniman asal Ngawi, Jawa Timur itu mengaku bidang seni yang sudah digelutinya sejak 1995 tersebut mampu melepaskan kepenatan pikiran yang acap kali muncul.
”Teater sudah menjadi sarana pelepasan kegelisahan yang ada di pikiran. Dengan berteater bisa membuka simpul-simpul masalah yang sedang mendera. Setiap orang pasti punya pikiran ruwet kan?” ujar Lawu saat dijumpai Espos, Kamis (12/11), di Wisma Seni, Taman Budaya Surakarta (TBS).
Perempuan berusia 34 tahun tersebut, kini dikenal sebagai salah satu  perempuan yang menfokuskan diri pada seni teater di Kota Bengawan. Padahal di Solo ini, tak banyak seniman perempuan yang tetap konsisten dan bertahan di dunia teater.
Sejak terjun ke bidang tersebut, Lawu banyak terlibat di berbagai pertunjukan yang digarap seniman senior. Namun, ia pun berhasil menyutradarai berbagai judul. Setelah disibukkan dengan Mimbar Teater Indonesia, Lawu tengah mengerjakan garapan terbarunya berjudul Selerak bersama Komunitas Lantai Dua.  hkt

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…