Jumat, 13 November 2009 10:35 WIB Ekonomi,News Share :

Kebutuhan elpiji pascakonversi capai 4.789.584 MT

Jakarta–PT Pertamina (Persero) memperkirakan total kebutuhan elpiji pasca selesainya program konversi minyak tanah ke elpiji pada tahun 2011 mencapai 4.789.584 MT. Dengan rincian elpiji 3 Kilogram  sebesar 3.484.159 MT dan elpiji non subsidi 1.305.424 MT.

Berdasarkan data Pertamina, Jumat (13/11), pasokan elpiji tersebut berasal kilang Pertamina sebanyak 907.024 MT, Hulu Pertamina 47.000 MT, kilang swasta 1.292.085 MT dan impor sebesar 2.543.474 MT.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan plat merah itu saat ini tengah membangun depot-depot elpiji di Semarang, Gresik, Tanjung Sekong, Bali, Lampung, Medan dan Makasar.

Pada bulan November ini, terdapat dua depot elpiji yaitu depot Semarang dan Gresik yang sedang dalam proses pembangunan dan sudah rampung 90 persen. Kedua, depot dengan kapasitas masing-masing 10.000 MT tersebut saat ini sedang dalam tahap commissioning.

Sementara pembangunan depot-depot lain seperti Tanjung Sekong (kapasitas 10.000 MT), Bali (kapasitas 3.000 MT)  dan Lampung (kapasitas 5.000 MT) sedang dalam proses penyusunan kontrak.

Sedangkan depot Medan dan Makassar dengan kapasitas 10.000 MT tengah dalam proses tender. Setelah program konversi elpiji selesai, Pertamina menargetkan 437 SPPBE dengan kapasitas 21.800 MT sudah beroperasi.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…