Jumat, 13 November 2009 22:12 WIB Solo Share :

Kebutuhan dana konservasi Masjid Agung masih simpang siur

Solo (Espos)–Kebutuhan dana untuk konservasi Masjid Agung berdasarkan hasil perhitungan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo dan panitia pembangunan Masjid Agung ternyata berbeda.
Perbedaan terletak pada lokasi atau titik-titik mana yang dinilaiĀ  mendesak untuk segara dikonservasi.

Sementara, Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) memastikan dalam waktu dekat akan mengagendakan pertemuan antara pihak-pihak terkait unutk membahas persoalan tersebut.

Kepala bidang (Kabid) Cipta Karya DPU Solo, Endah Sita Resmi, ditemui di sela-sela mider praja di Semanggi, Pasar Kliwon, Jumat (13/11), mengatakan berdasarkan hasil kajian DPU, konservasi Masjid Agung untuk tahap awal membutuhkan dana Rp 5,3 miliar. Dana tersebut, jelasnya untuk konservasi di titik-titik yang dianggap mendesak, yakni serambi, pagongan, tratag rambat, dan pawestren selatan. “Saat ini kami sedang menggodok proposal yang rencananya akan diusulkan untuk mendapat dana dari APBD provinsi atau APBN. Kalau untuk APBD kota, 2010 ini belum dianggarakan karena keterbatasan dana,” papar Sita.

Sedangkan, panitia pembangunan Masjid Agung memproyeksi kebutuhan dana untuk tahap awal konservasi senilai Rp 9,7 miliar. Menurut Ketua panitia pembangunan Masjid Agung, Sumardi total dana Rp 9,7 miliar itu digunakan untuk konservasi serambi senilai Rp 4,95 miliar, pagongan Rp 730,4 juta, pawestren selatan Rp 739,5 juta, tratag rambat Rp 329,7 juta, pasungan selatan dan utara senilai Rp 448,7 juta, tempat wudhu selatan dan utara Rp 607,8 juta, serta menara Rp 50,2 juta.

“Itu hitungan kami berdasarkan fakta tempat-tempat yang paling mendesak untuk segera dibenahi. Namun, kami menyerahkan kepada pemerintah berapapun anggaran yang diberikan itu akan digunakan. Yang penting konservasi segera dijalankan, karena kondisinya memang memprihatinkan,” ungkapnya, di Masjid Agung, Jumat.

Sekretaris pengurus masjid, Abdul Basyit menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat berisi permohonan audiensi kepada Walikota Solo untuk membahas lebih jauh rencana konservasi Masjid Agung. Basyit, sapaan akrabnya, meminta agenda audiensi diprioritaskan.

tsa

lowongan kerja
lowongan kerja BMT DINAR MULYA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…