Jumat, 13 November 2009 17:30 WIB News Share :

Kampanye dampak film horor, hantu bergentayangan di bundaran HI

Jakarta–Ingat Friday The 13th? Jumat ini tepat tanggal 13. Ada yang aneh di bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Jumat, 13 November 2009. Ya, sejumlah hantu seram bergentayangan di kawasan tersebut. Mereka membagi-bagikan permen.

Tampak di Bundaran HI itu ada berbagai macam setan lokal yang ada di Indonesia seperti suster ngesot, pocong, genderuwo, dan kuntilanak. TapiĀ  jangan takut!

Hantu itu bukan hantu beneran alias hantu jadi-jadian. Mereka adalah sekelompok orang yang bermaksud mengkampanyekan dampak film horor terhadap anak.

Para ‘hantu’ ini berada di sekitar pinggiran Bundaran HI sambil membentangkan spanduk berukuran 3×1 meter yang bertuliskan “Waspadai dampak film horor terhadap anak.”

Koordinator aksi ini, Lucyanna M Martau mengatakan, kampanye ini sengaja dilakukan bertepatan dengan peringatan Friday 13th yang dipercaya sebagai hari yang penuh dengan unsur horor.

“Kita mengkampanyekan agar film horor bisa diterima oleh anak-anak. Tapi memang film horor harus dibatasi untuk anak, karena terkadang tidak masuk akal,” kata dia.

Sementara itu, aksi ini tidak berdampak pada kondisi lalu lintas seputaran Bundaran HI. Saat aksi ini dilancarkan, arus lalu lintas terhitung lancar.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…