Jumat, 13 November 2009 16:25 WIB News Share :

Gelar doa bersama, polisi minta diberi kekuatan menghadapi fitnah

Jakarta–Ada yang berbeda dengan gelaran salat jumat di Mabes Polri, Jumat (13/11) siang ini. Usai salat digelar, sang Imam langsung memimpin jemaah untuk berdoa bersama. Doa diiringi tahlilan singkat tersebut dimaksudkan agar institusi polri diberi kekuatan untuk menghadapi kecaman dan fitnah yang selama ini menyudutkan.

Pantauan  di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, bertindak sebagai Imam, Umay Djafar memimpin jalannya doa. Nampak, seluruh jamaah yang terdiri dari bintara, tamtama, perwira pertama, menengah, hingga Pati (Perwira tinggi) khidmat mendengar setiap doa yang dilantunkan.

Dalam doanya, Umay mengingatkan agar Polri selalu bekerja dengan semangat profesionalitas. Ia juga memohon kepada Tuhan agar selalu memberi kekuatan kepada polisi agar kuat menghadapi cobaan selama ini.

“Kami keluarga besar Polri memanjatkan diri dengan kehadirat-Mu, yang saat ini menghadapi tantangan,” kata Umay.

Umay mengajak agar Polri selalu bersatu dan bertekad memperbaiki diri, sekaligus menguatkan jiwa terhadap tuduhan dan fitnah yang selama ini menyudutkan. “Mantapkan tekad kami sebagai Polri yang profesional. Tolong dan ridhoi kami. Hindarkan kami dari fitnah Ya Allah,” ujar Umay.

Selanjutnya, Umay juga meminta agar pimpinan Polri diberi perlindungan dan kekuatan. “Berikan pada kami bimbingan dalam berfikir dan bertindak menyikapi ujian dan permasalahan saat ini sebagai upaya untuk membenahi diri mereformasi institusi,” terang dia.

Selain doa, Umay yang juga bertindak sebagai Khatib ini membawakan materi khutbah tentang pemberitaan Polri selama ini. Menurut dia, berita yang beredar selama ini terhadap polri harus dicermati secara cerdas.

“Jika ada berita datang padamu, jangan langsung dipercaya. Tapi lakukan dulu klarifikasi. Jangan sampai kita salah dan menunjukkan kebodohan,” ungkapnya dalam khutbah.

Hadir dalam doa bersama tersebut, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dan sejumlah petinggi polri lainnya. Sementara, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri tidak nampak.

Seperti diketahui beberapa minggu terakhir, institusi Polri mendapat sorotan banyak pihak. Sebagian besar mengecam dan menyudutkan polisi.

Mulai dari kisruh Cicak Vs Buaya, dugaan kriminalisasi atas Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, keterlibatan petinggi Polri terkait kasus Bank Century, hingga disebut-sebutnya sejumlah oknum penyidik yang masuk dalam rekaman dugaan kriminalisasi KPK.

Tuntutan agar sejumlah petinggi polri mengundurkan diri pun menguat saat polisi menahan dua pimpinan KPK tersebut. Sampai akhirnya, Presiden membentuk Tim 8 yang bertugas mencari fakta.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…