Jumat, 13 November 2009 22:44 WIB Karanganyar Share :

Disparbud perluas jaringan untuk kembangkan pariwisata lokal

Karanganyar (Espos)–Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar terus memperluas jaringan dan jalinan kerja sama luar untuk mengembangkan potensi pariwisata lokal.

Setelah membuka jaringan pariwisata dengan Bali beberapa tahun lalu, kini mulai dirintis jalinan kerja sama baru dengan sejumlah kabupaten lingkar Gunung Lawu yang tergabung dalam Karisma Pawirogo, yakni Karanganyar, Sragen, Magetan, Pacitan, Ngawi dan Ponorogo.

“Launching Karisma Pawirogo ini akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke-92 pada 18 November mendatang,” kata Kepala Disparbud Karanganyar, Sutarno, saat ditemui Espos di Karanganyar, Jumat (13/11).

Menurut dia, selama ini pihaknya terus berupaya melakukan pengembangan pariwisata lokal dengan promosi maupun jalinan kerja sama luar. Bagaimana pun, Karanganyar telah menjadi salah satu tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebab, Karanganyar memiliki ikon wisata air terjun Grojogan Sewu dan juga wisata budaya di Candi Sukuh atau Candi Cetha.

“Paket wisata itu sudah kami jual ke luar, bahkan bekerja sama dengan daerah lain. Jadi, kalau ada wisatawan yang berkunjung ke satu daerah akan diarahkan untuk ikut mengunjungi Karanganyar. Kami juga akan saling mengerahkan wisatawan lokal untuk berkunjung ke daerah lain yang tergabung dalam wadah Karisma Pawirogo,” ujarnya.

Sementara itu, kerja sama yang telah terjalin dengan Bali juga memberikan dampak positif bagi Karanganyar. Belum lama ini, Karanganyar dihadiahi patung Dewi Saraswati untuk dipajang di sekitar Candi Cetha, yang secara budaya masih ada benang merah dengan budaya masyarakat Hindu di Bali.

“Masyarakat Bali juga banyak yang menjalankan ritual upacara di Candi Cetha. Selain itu, secara umum keberadaan patung Saraswati itu juga menjadi nilai tambah di Candi Cetha,” ujarnya.
dsp

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…