Kamis, 12 November 2009 17:35 WIB News Share :

Rekonstruksi bom JW Marriot, Amir Abdillah penyewa kamar 1808

Bekasi–Polisi menggelar rekonstruksi kasus penggerebekan markas terorisme di Perumahan Puri Nusaphala, Jatiasih, Kota Bekasi. Dalam kegiatan itu terungkap tersangka Amir Abdillah selain pengontrak rumah di Jatiasih, juga penyewa kamar 1808 Hotel JW Marriott.

“Saat mengontrak rumah ini, dia menggunakan nama palsu Ahmad Ferry. Dia juga yang mesan kamar hotel, waktu kita menemukan bahan peledak di dalamnya,” kata seorang anggota Densus 88 Mabes Polri, yang tidak mau disebut namanya, di sela-sela rekontruksi, Kamis (12/11) di Bekasi.

Dari pengamatan, Amir Abdillah menjalani 17 adegan. Sembilan di antaranya dilakukan di dalam rumah, atau tepatnya kamar bagian belakang, saat dia menggelar rapat perencanaan dengan Noordin M Top dan Syaifuddin Zuhri. Amir Abdillah juga yang membawa bahan peledak ke Jatiasih, sebelumnya akhirnya digunakan untuk meledakkan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

Tujuh adegan lainnya dilakukan di luar rumah kontrakan mereka. Di antaranya, setelah peledakan Amir Abdillah sempat kembali ke rumah tersebut bersama Noordin M Top dan Syaifuddin Zuhri. Tapi saat itu Noordin tidak lama, karena kembali pergi entah ke mana. Sedangkan Zuhri dan Ibrohim langsung pergi ke Temenggung, Jawa Tengah, dengan menggunakan mobil sewaan.

Dalam rekontruksi, Amir Abdillah terlihat tenang. Dia cukup koorperatif dan mengikuti seluruh adegan dalam rekontruksi.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…