Kamis, 12 November 2009 14:18 WIB Internasional Share :

PRT Indonesia campur susu dengan deterjen

Singapura–Banyak TKI yang mendapat perlakuan sewenang-wenang di luar negeri. Namun ada pula TKI yang melakukan perbuatan tak terpuji.

Adalah Titin Agustiana, pembantu rumah tangga (PRT) yang mencoba melukai dua bayi kembar majikannya di Singapura. Perempuan Indonesia itu mengambil sejumput deterjen dan memasukkannya ke dalam kaleng susu bubuk untuk dua putra kembar majikannya. Saat itu kaleng susu tersebut dalam keadaan terbuka.

Titin kemudian mengaduk susu dan deterjen itu dengan sendok. Di persidangan terungkap bahwa Titin melakukan itu karena dia kesal dengan majikannya yang memarahi dia karena tidak puas dengan cara kerja Titin. Demikian seperti diberitakan media Singapura, Straits Times, Kamis (12/11).

Kemudian saat ibu si kembar akan membuat susu untuk mereka, dia melihat beberapa partikel biru pada susu bubuk bayinya yang baru berusia 2,5 bulan. Wanita itu juga mencium bau wangi.

Dia pun mencurigai Titin. Dia kemudian menceritakan hal itu pada suaminya yang kemudian membawa Titin ke agensi PRT. Di sanalah Titin mengakui perbuatannya setelah didesak.

Insiden itu terjadi pada 11 Agustus lalu. Titin telah ditahan sejak 13 Agustus. Pada persidangan hari Kamis ini, dia mengaku mencoba melakukan hal buruk pada si kembar dengan maksud melukai mereka.

Hakim Distrik May Mesenas menunda pembacaaan vonis hukuman hingga Jumat, 13 November besok. Maksimum hukuman atas perbuatan Titin adalah lima tahun penjara dan denda.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…