Kamis, 12 November 2009 21:05 WIB Hukum Share :

Polisi tangkap pelaku penusukan di konser SID

Solo (Espos)–Aparat Poltabes Solo membekuk Dwi Martanto, 22, warga Begalon, Laweyan yang diduga menjadi pelaku penusukan dalam konser musik Superman Is Dead (SID) di Stadion Sriwedari.

Diketahui, pelaku juga telah mengenal korban tewas yaitu mahasiswa UNS, Yuli Widianto, 18, warga Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar. Bahkan, pelaku juga menjadi korban penusukan yang menyebabkan dia terluka di bagian punggung.

Pelaku ditangkap aparat Satreskrim Poltabes Solo di rumahnya di Begalon, Kamis (12/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku tidak dapat berkutik. Penangkapan terhadap Dwi dilakukan karena dari keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi mengarah pada pelaku.
Setelah mendalami keterangan saksi dan sejumlah barang bukti yang ada, polisi akhirnya menangkap Dwi yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Polisi juga langsung membawa pelaku menuju Stadion Sriwedari Solountuk mengetahui secara detail kejadian.

Setelah itu, Dwi yang sempat bekerja sebagai kuli bangunan di Bali selama enam bulan itu langsung dibawa ke Poltabes Solo untuk menjalani pemeriksaan. Dari keterangan yang ada, pelaku bersama sekitar 30 orang lainnya berangkat dari Begalon menuju Stadion Sriwedari untuk melihat konser SID. Bahkan, pelaku juga berangkat bersama korban tewas Yuli dan korban luka-luka lainnya, Riesa Ramdhani, 19, warga Perum Bumi Graha Indah (BGI) Jaten, Karanganyar.

Dalam pertemuan itu, Yuli yang merupakan teman Riesa sempat berkenalan dengan pelaku Dwi. Sebelum berangkat mereka sempat menenggak minuman keras (Miras). Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka masuk ke dalam stadion. “Semuanya beli tiket, ada sekitar 32 orang berangkat bareng dari Begalon,” ungkap Dwi.

Dia mengatakan, saat konser sudah dimulai sempat beberapa kali terjadi kericuhan . Dia menyatakan melihat Riesa cekcok dengan orang lain dan dirinya berusaha melerai.
Setelah itu, lanjut dia, ada cekcok lagi dan dirinya berusaha melerai lagi. Bahkan, perkelahian sudah terjadi sejak awal konser dimulai. Ketika ditanya mengenai penusukan yang dilakukannya, pelaku mengaku, awalnya dirinya ditusuk oleh Yuli dari belakang dan mengenai punggung.

“Kemudian saya berbalik dan pisaunya mau dimasukkan ke dalam pakaian. Saya dorong sehingga mengenai dia, setelah itu pisaunya saya ambil lagi baru saya buang,” kata Dwi.
Polisi masih mendalami pengakuan tersangka dan mengkroscekkan dengan keterangan saksi lainnya. Hingga Kamis sore, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapoltabes Solo.

“Kami mintai keterangannya dulu seperti apa. Termasuk soal senjatanya,” ungkap Wakasatreskrim AKP I Wayan Suditha mewakili Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo dan Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto.

Sepeti diketahui, konser SID, Oktober 2009 lalu diwarani penusukan yang menyebabkan Yuli Widianto, 18, warga Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar tewas. Selain Yuli, dua orang lainnya mengalami luka-luka yaitu Dwi Martanto dan Riesa Ramdhani.
dni

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…