Kamis, 12 November 2009 16:40 WIB News Share :

Kurator tuding Direksi TPI gunakan harta pailit

Jakarta–Direksi PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) dituding mengabaikan fakta perusahaan itu telah pailit. Bahkan direksi dituding menggunakan harta pailit itu.

“Terdapat indikasi adanya penggunaan harta pailit oleh direksi tanpa sepengetahuan kurator, ada pergerakan dana di TPI,” ujar
salah seorang tim kurator PT TPI William Eduard Daniel di rumah makan Bebek Bengil, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (12/11).

Menurut William, pihaknya juga mendapat informasi adanya keluar masuk uang yang tidak jelas peruntukkannya.

“Kalau dana itu tidak digunakan untuk menjaga keberlangsungan usaha TPI, kurator akan mengambil tindakan tegas,” jelas dia.

William meminta direksi TPI mematuhi putusan pailit sesuai UU Kepailitan. Direksi dan pengacara diminta tunduk pada aturan main kepailitan misalnya menyerahkan aset-aset dan piutang perusahaan kepada kurator.

“Seharusnya direksi memberi persetujuan kepada kurator untuk melakukan pembayaran kepada pihak ketiga,” tandas William.

TPI telah diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 14 Oktober 2009 yang diajukan oleh sebuah perusahaan keuangan asing, Crown Capital Global Limited. Namun, pihak TPI menolak keputusan tersebut dan telah mengajukan memori kasasi.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja KLINIK PRATAMA WHITE ROSE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…