Kamis, 12 November 2009 12:01 WIB Haji,News Share :

Kasus penganiayaan SPG, Polisi buru bos PT Ahluwalia


Jakarta–
Ricky Ahluwalia, bos PT Ahluwalia, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap 25 SPG-nya belum diketahui keberadaannya. Polisi pun terus memburu Ricky.

“Belum diketahui keberadaannya,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat, Kompol Suwondo Nainggolan saat dihubungi wartawan, Kamis (12/11).

Sejumlah karyawannya mengaku tidak mengetahui keberadaan Ricky. Bahkan telepon genggam Ricky juga tidak aktif saat dihubungi.

“Saya juga nggak tahu. Kata teman-teman sih dengar-dengar ada di rumahnya di Pintu Air,” ujar Devi, karyawan Rick, yang juga korban penganiayaan saat dihubungi secara terpisah.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Rick. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.

“Pukul 01.00 WIB baru selesai pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Suwondo.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi akan menganalisa hasilnya. “Kita sedang menganalisa semua hasil pemeriksaan semalam,” tandasnya.

Ricky dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat atas dugaan penganiayaan terhadap puluhan karyawannya. Menurut para SPG, Ricky tidak hanya menampar dan memukuli karyawannya. Puluhan anak buah Rick mengaku mendapat perlakuan asusila seperti menjilati ludah Ricky, minum air toilet dan menelan puntung rokok.

Hal ini para berawal karena para SPG dipaksa mengaku telah mencuri uang hasil transaksi jual beli senilai Rp 5-25 juta. Namun para SPG tidak mau mengaku.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…