Kamis, 12 November 2009 13:20 WIB Ekonomi,News Share :

Hot money siluman yang perlu diwaspadai


Jakarta–
Derasnya arus modal asing masuk ke Indonesia saat ini memberikan peningkatan yang signifikan bagi pasar modal serta penguatan nilai tukar rupiah, namun hal ini perlu diwaspadai karena bisa secara tiba-tiba ditarik keluar.

“Hot money di Indonesia itu datang tak dijemput, pulang tak diantar, seperti jelangkung, siluman karena hot money di Indonesia itu bisa ditarik kapan saja,” ungkap Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto dalam acara Infobank Outlook 2010 di Hotel Mulia pagi ini (12/11).

Eko mengatakan, ekonomi nasib ekonomi Indonesia saat ini makin tidak jelas nasibnya dengan kondisi-kondisi politik dan hukum yang terjadi belakangan ini.Ada kasus cicak buaya, tapi rupanya ekonomi kita jalannya berbeda, ekonomi kita ini ekonomi yang uka-uka, tidak jelas. Jalan sendiri-sendiri,”  sindir Eko.

Namun, walaupun ekonomi di Indonesia ini sulit diprediksi, Eko yakin pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa mencapai 5,3% pada 2010 yang sebagian besar masih didorong sektor konsumsi.

Eko memberikan prediksi pada 2010 tidak ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan Bank Indoneia (BI Rate), karena harga minyak dan komoditas sudah mulai tinggi. Pada 2010, BI Rate diprediksi berkisar 6,5-7,25%.

“6,5% sudah mentok karena harga minyak sudah mulai tinggi, harga komoditas naik, ini memicu inflasi. Suku bunga BI Rate sekitar 6,5-7,25%. Ini tren suku bunga kita, perbankan Indonesia tidak akrab dengan suku bunga rendah,” ujar Eko. Eko juga memaparkan perang suku bunga akhirnya dapat diatasi dengan kesepakatan penurunan suku bunga oleh 14 bank.

Namun, ujar Eko, harus diakui penurunan suku bunga kredi masih sulit dilakukan karena masih tingginya cost of fund maupun tingginya risiko kredit. Dengan keadaan seperti itu, diperkirakan pertumbuhan kredit akan berada pada angka 17-22%.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…