Kamis, 12 November 2009 14:27 WIB News Share :

Empat halte busway ditembak orang misterius


Jakarta–
Badan Layanan Umum (BLU) mencatat halte busway yang ditembaki tak hanya yang ada di di dekat Lembaga Pendidikan Assidiqiah, Kedoya Utara, Jakarta Barat. Penembakan juga terjadi di tiga halte lainnya di Koridor VIII.

Tiga halte yang ditembaki lainnya adalah Halte Kedoya, Halte RS Medika dan Halte Simprug. Tidak diketahui apakah pelaku penembakan itu sama.

“Kejadiannya Rabu dinihari,” ujar Asisten Manajer Pusat Kendali TransJ Bano Yogaswara ketika dihubungi lewat telepon, Kamis (12/11). Sebelumnya polisi menyebut kejadiannya Kamis dinihari.

Menurut Bano, petugas jaga di empat halte itu mengatakan pelaku menumpang mobil Kijang. Namun tidak diketahui berapa jumlah pelaku dan nopol kendaraannya. Penembakan dilakukan saat Kijang sedang berjalan.

Akibat penembakan itu, kaca halte TransJ bolong. Setiap halte berbeda-beda jumlah bolongnya.

Bano belum mengetahui motif pelaku. “Entah itu iseng, kita nggak tahu motifnya apa,” ujarnya.

Peristiwa itu terjadi saat layanan busway sedang istirahat, sehingga diperkirakan tak ada kaitannya dengan penumpang.

Bano mengaku pihaknya sudah melaporkan kejadian itu pada polisi. Barang bukti berupa beberapa timah panas juga diberikan pada polisi. “Ada barang bukti timah panas senapan angin,” jelas Bano.

Sementara itu, meski halte ditembaki, bus TransJ tetap beroperasi. Namun kaca di halte yang bolong belum diperbaiki. “Kita baru buat BAP, nanti kalau sudah penyelidikan baru kita perbaiki,” katanya.

Bano juga menambahkan, pada 2008 juga terjadi penembakan halte. Kejadian itu berlangsung di halte Bypass koridor IV dan halte SMK 57 koridor VI. Meski demikian dia mengaku pengamanan akan dilakukan seperti biasa.

“Sudah kita tempatkan satu petugas pengamanan di tiap halte, cuma terbatas,” ujar Bano.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…