Kamis, 12 November 2009 22:46 WIB Boyolali Share :

Disnakkan intensifkan pengawasan pasar hewan kurban


Boyolali (Espos)–
Sedikitnya 10 pasar di wilayah Kabupaten Boyolali masuk dalam pengawasan secara intensif oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat menjelang perayaan Idul Adha tahun 2009 ini. Disnakkan juga bakal mengecek kondisi kesehatan hewan kurban di pasar-pasar tersebut.

“Yang jelas masalah kesehatan hewan-hewan kurban yang menjadi perhatian utama kami di samping kondisi lingkungan di sekitar pasar di mana hewan kurban tersebut diperdagangkan,” ujar Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Dwi Priyatmoko ketika ditemui Espos di Ruang Garuda Kantor Setda Boyolali, Kamis (12/11).

Sepuluh pasar yang masuk dalam pengawasan Disnakkan antara lain Pasar Boyolali, Pasar Ampel, Pasar Cepogo, Pasar Sawit, Pasar Karanggede, Pasar Simo, Pasar Mojosongo, Pasar Andong, Pasar Klego dan Pasar Ngemplak.

Menjelang hari H, Dwi menjelaskan pihaknya bakal menerjunkan personel untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap hewan kurban, antara lain dengan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan anus.

Menurut Dwi, sejauh ini pihaknya belum menemukan permasalahan terkait kondisi kesehatan hewan kurban di sejumlah pasar yang menjadi daerah pantauannya. Sementara untuk pasar hewan dadakan yang biasanya marak bermunculan menjelang Idul Adha, Dwi menyebutkan di Boyolali jumlahnya tidak terlalu banyak. Pasalnya, para penjual hewan kurban mayoritas lebih memilih berjualan di pasar yang sudah ada.

sry

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…